Kreasi NeoBatik, Warna Populer dan Cerah Lebih Dominan

Eksplorasi Visual Batik (2)

Kreasi NeoBatik, Warna Populer dan Cerah Lebih Dominan

- detikHot
Rabu, 02 Okt 2013 10:25 WIB
Kreasi NeoBatik, Warna Populer dan Cerah Lebih Dominan
Jakarta - Kata 'batik' yang berasal dari gabungan bahasa Jawa yakni 'amba' yang artinya menulis. Serta 'tik' yang bermakna titik. Batik sudah berkembang tak hanya dipandang tradisional saja namun telah ke ranah kontemporer.

Banyak seniman dan pecinta batik yang membuat kreasi sesuai dengan versinya. Salah satunya adalah Heri Puruhito, pendiri dari sekumpulan anak muda yang mencintai visual batik atau disebut NeoBatik.

"Untuk memberikan makanan yang enak, kita harus mengikuti zamannya. Artinya sesuai dengan selera anak muda masa sekarang," katanya kepada detikHOT di Green Art Space Senin malam lalu (30/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran mengikuti selera pangsa muda, kata Heri, warna serta karakter sketsanya pun disesuaikan. "Jadinya harus lebih anak muda banget."





Hal ini terlihat di salah satu sketsa karya seniman asal Yogyakarta Andri Yulianto yang bertajuk 'Main Skateboard'. Sketsa tersebut memperlihatkan anak muda memakai kaos kuning sedang bermain skateboard.

Namun, kepalanya berbentuk monster. Menurut Heri maknanya bisa berarti liar dan mempunyai kehendak bebas. Sketsa tersebut seperti bergerak leluasa dan terasa terbang. Artinya adalah generasi muda yang bebas ingin melakukan apa saja.

"Menurutku ini adalah salah satu karya yang paling unik. Main visualnya saja sudah mateng, makanya saya bikin konsep sketsa batik seperti ini," katanya.

Kemudian pria yang sudah berkarir di dunia desain grafis selama 20 tahun ini juga mengatakan jika ia membuat konsep sendiri bagi sketsanya.

"Ada lidah-lidah api, ada motif corak batik ukel yang melengkung, lalu gayanya meluncur dan di bawah sketsa terdapat gedung-gedung perkotaan," ujar Heri.

Sama halnya seperti sketsa bergambar perempuan dengan rambut sepundak tersebut. Wanita itu tampak menggoda, tatapan tajam, dan memakai atasan tanpa lengan yang terlihat pundaknya.

Gambar utama itu sekilas menunjukkan seorang wanita cantik tapi Heri mempunya konsep yang unik. Ia menambahkan gambar pendukungnya dengan simbol Burung Cendrawasih. Kepala burung dengan kedua sayapnya yang indah dilukisnya tepat di atas kepala si perempuan. Di dalamnya ia mengisi dengan detik motif corak parang.

"Ini juga mengangumkan. Karya kolektif bersama kami," kata Heri. Berbagai skesta unik itu dikemas Heri dengan banyak makna ganda, dan kembali kepada persepsi para pengunjung.

Ke depannya, ia mengakui akan tetap menggunakan warna-warna pastel, cerah, tak norak, ngejreng, dan disukai anak muda. Serta membuat skesta batik yang sarat akan kekinian dan tak terasa kuno.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads