Uniknya Karya Kolaborasi NeoBatik dan Komunitas Sketsaku

Eksplorasi Visual Batik (1)

Uniknya Karya Kolaborasi NeoBatik dan Komunitas Sketsaku

Tia Agnes Astuti - detikHot
Rabu, 02 Okt 2013 08:48 WIB
Uniknya Karya Kolaborasi NeoBatik dan Komunitas Sketsaku
Heri Puruhito, sang penggagas kolaborasi.
Jakarta -

Mendengar nama batik, dulu yang terpikir kain dan motif bernuansa gelap dan khas pakaian orang-orang tua.

Ya, tentu saja sejumlah perancang busana dan desain interior sudah berhasil membuat rancangan batik yang lebih modis, trendi dan khas anak muda.

Apalagi sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia UNESCO sejak 2 Oktober 2009 lalu. Kreasi batik makin beragam dan gila-gilaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari produk berbentuk tas batik, sandal, topi, aksesoris, hingga untuk desain interior rumah. Namun tak banyak dari mereka yang mampu membuat kreasi batik yang berasal dari sketsa.

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh hari ini, detikHOT merangkum kreasi-kreasi visual batik karya anak muda. Kolaborasi antara NeoBatik dan Komunitas Sketsaku. Serta perkembangan batik kontemporer yang menggunakan warna-warna cerah.

***

Sketsa wanita itu digambarkan sedang berdiri sembari menoleh ke belakang memperlihatkan punggungnya yang mulus. Satu tali tank topnya melorot dari bahu. Rambutnya sebagian menutupi satu matanya. Seksi.

Tapi ini bukan gambar tentang sensualitas seorang perempuan. Karena oleh seniman Heri Puruhito, sketsa itu ditambahi rangkaian garis-garis motif batik yang bermakna dalam.

Ada motif tanaman, bunga dan merak disana. Dilatari lingkaran berwarna hitam. Hasilnya, sketsa si gadis bukan hanya menampilkan soal kecantikan tapi juga keanggunan.




Itu hanyalah salah satu karya batik visual karya duet Neobatik dan Komunitas Sketsaku. Hingga kini duet itu sudah menghasilkan sejumlah karya yang unik dan asyik.

Ceritanya awal September lalu, penggagas NeoBatik Visual Heri Puruhito memberikan tantangan kepada komunitas Sketsaku untuk membuat sketsa batik. Lantas, sekumpulan anak muda yang gemar menggambar tersebut mengiyakannya.

"Saya tanya ke mereka, siapa yang mau karyanya dibatikin, kirim email ke saya," ujarnya kepada detikHOT setelah pembukaan pamerannya di Green Art Space, Cipete Selatan, Jakarta Selatan Senin (30/10/2013).

Meski menawarkan proyek bersama, tapi pria yang akrab disapa Heri tersebut hanya mentargetkan 20 karya saja yang akan dipamerkan. "Yang masuk ternyata banyak banget, sampai 30-an."

Proyek yang bertajuk 'Eksplorasi Visual Batik' itu menampilkan 20 sketsa batik dengan warna hidup dan cerah. Tak seperti warna kain batik kebanyakan.

Mereka membuatnya dalam berbagai bentuk, seperti kaos oblong berwarna putih, atasan tie dye alias motif jumputan berwarna biru langit, maupun atasan tanpa lengan. "Sketsa batik yang kami buat intinya bisa dikreasikan dalam berbagai macam," ujarnya.

Ia menjelaskan ada beberapa tujuan yang ingin ditunjukkannya."Mungkin di pikiran anak muda, batik itu masih kayak seperti di pasaran. Tapi apa pun yang mereka gemari sekarang, bisa dibuat batik lho," kata Heri.

Ide inilah yang ingin ditularkan oleh Heri kepada generasi muda masa kini. "Supaya energi yang di luar entitas batik mampu melestarikan batik sebagai budayanya."

Pameran yang dibuka pada Senin malam lalu (30/10/2013) akan berlangsung hingga 6 Oktober mendatang. Pameran ini cukup unik lantaran mengkombinasikan antara karya sketsa terbaru mereka.

Serta batik tradisional yang berasal dari Pekalongan. Mengapa tetap mempamerkan corak kekhasan lokal?

Menurut Heri, agar para pengunjung tidak lupa akan batik tradisional. "Kita mau kasih tahu bahwa masih ada mereka para seniman batik lokal yang patut diapresiasi karyanya," katanya.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi pameran seni rupa ini, dari pintu masuk akan bisa membaca gagasan awal dari pagelaran ini. Serta bagaimana sejarah batik di Indonesia.

Selanjutnya, dihadapkan dengan berbagai macam sketsa yang digantung di dinding galeri. Seperti contohnya sketsa batik yang dibuatkan kaos, batik untuk mural gedung, dan sketsa yang digunakan sebagai interior home desain.

Tak sampai di sana saja, melalui kreasi-kreasi NeoBatik kita akan diingatkan akan pentingnya batik tradisional dan perkembangan batik kontemporer.







(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads