Gempa Bumi di Jepang Mengubah Perjalanan Seni Hiroshi Koike

Seni Sirkus Masa Kini (3)

Gempa Bumi di Jepang Mengubah Perjalanan Seni Hiroshi Koike

- detikHot
Jumat, 27 Sep 2013 11:07 WIB
Gempa Bumi di Jepang Mengubah Perjalanan Seni Hiroshi Koike
Jakarta - Perjalanan teater sirkus kontemporer asal Jepang, Hiroshi Koike Bridge Project tak selamanya berjalan mulus. Meski sudah 30 tahun berkarir, namun gempa bumi besar yang melanda Jepang mampu membuat mereka berubah haluan.

"Gempa bumi Kobe di 1995, dan tahun 2011 lalu mampu menggunjang warga Jepang dan para senimannya," kata Koike kepada detikHOT di Galeri Salihara, Pasar Minggu.

Bagi kelompok teater yang dulunya bernama Pappa Tarahumara berbagai tragedi yang terjadi di Jepang ibarat mencari jiwa. Mereka sudah memproduksi 55 pementasan di seluruh dunia di 15 negara tiap tahunnya. Kala itu, pihaknya selalu berdiri di antara modern dan tradisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, itu semua bagi Hiroshi tak cukup. "Kita butuh hubungan antara alam, Tuhan, dan makhluk hidup (manusia dan hewan). Kita harus menghargai ketiga hal itu. Ini yang kami lupakan selama ini," ujarnya.



Transisi dari nama Pappa Tarahumara menjadi Hiroshi Koike Bridge Project tak hanya soal nama. Ia merasa memiliki tugas khusus untuk menjembatani antara duniawi, alam, dan budaya Jepang.

Akibat gempa bumi, kata dia, masyarakat Jepang menjadi lebih egois, tak perduli dengan dunia sekitarnya. Mereka hanya hidup dalam dunia yang disukainya seperti teknologi yang dimiliki dan budaya manga dalam keseharian.

Hiroshi pun sadar, ada dunia lain di atas dunia yang dimilikinya saat itu. Karya seninya pun terasa hambar dan tak berarti.

"Ada relasi antara manusia dan alam, manusia dan Tuhan, dan manusia dengan manusia. Itu yang belum tersentuh oleh kami selama ini. Saya pun jadi tersadar," ujar Hiroshi.

Kelompok Pappa Tarahumara terbentuk pada 1982 lalu. Awalnya mereka hanya melibatkan tari, teater, seni rupa, dan musik saja dalam tiap pentasnya. Namanya pun sudah berkibar hingga meraih penghargaaan Paris Grand Prix International Video Dance Award of Excellence sebanyak dua kali.

Serta penghargaan Manchester Evening News Award of Excellence, dan International High Vision Festival Music and Dance. "Dan banyak penghargaan lainnya. Kami juga pernah tampil di Brooklyn Academy of Music, Volksbuhne dan lain-lain."

Kini setelah dibubarkan 31 Mei 2012 lalu dan membentuk kelompok baru, Hiroshi Koike Bridge Project, ia berhasil membuat cakupan kerjanya lebih luas. Ia pun tetap akan mencampurkan elemen alam, manusia dan Tuhan dalam setiap pentasnya.



(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads