Seorang pelukis di Inggris terobsesi untuk bisa membuat lukisan wajah 1.800 warga di kota St Davids di Inggris.
Grahame Hurd-wood, 55 tahun, dari St. David, di Barat Wales, selama 14 tahun terakhir sudah membuat beberapa lukisan wajah orang-orang warga St. Davids di Walse.
Hurd-Wood sendiri selama 30 tahun terakhir tinggal di Pembrokeshire, St Davids, kota terkecil di Inggris itu baik dalam hal ukuran maupun jumlah penduduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Agustus lalu dia sudah menyelesaikan 112 lukisan dan yakin bisa menyelesaikan 1.688 lukisan dalam waktu 10 tahun kedepan. Hurd-wood yakin bisa melakukannya selama konsisten menyelesaikan satu lukisan setiap dua hari.
Awalnya Hurd-Wood cuma gemar melukis wajah teman-teman dan keluarganya saja. Hobinya itu jadi meluas tatkala dia mulai suka mengamati wajah-wajah penduduk kotanya.
"Namun ketika aku sudah membuat sekitar 100 lukisan aku berpikir jika aku lebih berkonsentrasi bukan mustahil aku bisa melukis seluruh warga kota," kata Hurd-Wood. Rencananya Hurd-Wood akan menggabungkan semua lukisan wajah itu dalam satu lukisan panorama raksasa.
Setiap melukis wajah, Hurd-Word membutuhkan waktu 45 menit hingga empat jam. Lucunya sejauh ini semua warga St Davids sangat antusias akan proyek sang seniman dan rela-rela saja duduk diam selama dilukis. Sejauh ini, subyek lukisan Hurd-Wood termuda adalah anak berusia 4 tahun, Erin Dauncey. Sementara subyek tertua adalah Klaus Trier yang berusia 85 tahun.
"Aku biasanya mendekati orang-orang dulu sebelum meminta kesediaan mereka untuk dilukis. Tapi tak jarang malah merekalah yang minta dilukis," kata Hurd-Wood seperti dikutip Telegraph. "Aku sendiri lebih memilih melukis mereka satu persatu agar terasa lebih personal. Senang sekali bisa mengenal mereka dengan lebih baik."
Hurd-Wood, adalah lulusan Camberwell College of Arts and the Royal Academy of Arts. Awalnya dia lebih banyak melukis pemandangan dengan media cat minyak.
Dia menyebut proyeknya sebagai City of Portraits dan berencana akan menggelar pameran besar dimana tiap warga kota bisa mengunjunginya dan siapa tahu bisa menemukan gambar wajah mereka dari seribu lebih gambar wajah itu.
"Jika selesai nanti akan seperti satu lukisan besar tampak dari jauh. Tapi jika dilihat lebih dekat, Anda akan mengenali wajah-wajah mereka. Ini akan jadi koleksi dengan sudut pandang yang eklektik dari keragaman orang-orang di kota ini."
(utw/utw)











































