Dinding Rumah Boyke Dikerjakan Satu Per Satu Selama 6 Bulan

Rumah Keong ala Boyke (3)

Dinding Rumah Boyke Dikerjakan Satu Per Satu Selama 6 Bulan

- detikHot
Selasa, 24 Sep 2013 10:10 WIB
Dinding Rumah Boyke Dikerjakan Satu Per Satu Selama 6 Bulan
Salah satu sudut unik di rumah keong Boyke.
Jakarta - Keunikan rumah keong dari suami Ferry Lasemawati ini tak pernah ada habisnya. Selesai dengan urusan desain interior, pria yang berusia 57 tahun tersebut menggunakan bahan material marmer yang khas dan hanya ada di Lampung saja.

"Semua dinding rumah dan tiang terbuat dari batu marmo kayak marmer Italia," katanya kepada detikHOT di Sentul City Jumat pekan lalu.

Untuk mendapatkan hasil yang detil dan sempurna, bebatuan tersebut ditempelkan oleh 6 pekerja bangunan secara satu per satu. "It's oke. Lama tapi detil."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Prosesnya pun memakan waktu sekitar enam bulan lamanya. Bebatuan yang berwarna putih tulang bercampurkan warna hitam, dan bertekstur kasar itu didapatkannya ketika bepergian ke Lampung.

"Saya mau semuanya itu serba unik. Dinding dan lantainya terbuat dari alam, maka saya cari marmer yang bagus di mana. Dapatlah di Lampung," kata Boyke.

Namun, ternyata bahan material batu marmo yang sudah disediakan tak cukup. Alhasil Boyke harus kembali lagi ke Lampung. Alangkah terkejutnya, ketika ia sampai di sana, bukit bebatuannya hampir habis.

"Bukitnya sudah mau habis, harus cari ke mana lagi saya batu yang sesuai dengan pertama beli," kenangnya. Boyke pun berkeliling ke semua lokasi pengrajin batu, sehingga ia menemukan batu-batuan marmo yang sama.

Sayangnya, lantaran makin langka harga batunya tak sama seperti awal. Ini di luar perkiraan Boyke. "Tapi karena sudah kenal sama mereka, saya bilang bayarnya nyicil boleh? Karena sudah semakin sedikit bukit yang ada batu marmonya," ujarnya.

Akhirnya sebanyak empat truk pesanan batu marmo Boyke dikirimkan ke Sentul City pada 2009 lalu. Selanjutnya, proses pembangunan rumahnya kembali dijalankan.

Khusus untuk lantai, Boyke sengaja membeli marmer yang pola dan warnanya mirip dengan batu marmo yang ada di dinding rumah. Mengapa ia bersikeras mengenakan bebatuan tersebut?

Sambil tersenyum, pendiri dari perusahaan rekaman bernama DNB Records ini mengatakan bebatuan alam tersebut akan berpendar ketika malam hari.

"Kalau malam hari cuma ada sinar bulan, semua lampu dalam rumah dimatikan, lampu taman disorot ke dinding, maka akan keluar sinar keemasan," ujar Boyke.

Sinar itu seperti keong emas di tengah gelapnya malam. Boyke pun mengibaratkannya seperti es krim yang meleleh.

"Indah banget, Anda pasti betah di rumah. Cobalah datang ketika waktu malam dan lihatlah keindahan rumah keong saya," katanya sembari tertawa.


(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads