Dari semua anggota Komunitas Manusia Batu Taman Fatahillah (Kombat), mungkin hanya Romi yang berpikir untuk alih profesi. Bukan tidak suka jadi manusia batu melainkan ingin mengembangkan potensi yang lain.
"Ada terpikir buat cari kerja yang lain, tapi sementara jalani dulu profesi yang sekarang," kata Romi di Taman Fatahillah, Kota Tua, Selasa (17/9/2013).
Bapak tiga anak ini bilang, sebelum terjun ke dunia manusia batu dirinya adalah seorang pengangguran. Sempat berusaha mencari kerja namun belum juga berhasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kakak ipar saya yang ajak. Saya lihat dia dulu tampil dari siang sampai sore, kayaknya saya bisa. Ya sudah saya gabung. Ini baru tujuh bulan," ujarnya.
Dia punya cita-cita untuk mendirikan sebuah usaha di bidang event organizer yang menyediakan berbagai keperluan acara. Alternatif lain ingin mengembangkan bakat di dunia hiburan.
"Inginnya sih bikin EO (event organizer) atau entertainment (hiburan)-lah. Tapi, itu kan modalnya besar juga. Jadi, sementara begini saja dulu," katanya.
Sama seperti teman-teman sesama anggota Kombat, Romi kerap dilanda rasa malu dengan penampilan ala tentara hijau. Untuk meminimalisir hal itu, ia mencoba tetap profesional dan berpikir bahwa pekerjaannya mampu menghibur banyak orang.
Selain malu, bosan pun menjadi makanan sehari-hari anggota Kombat. Bagaimana tidak, berdiri mematung di tengah panas matahari jelas menimbulkan rasa tak nyaman.
Sugeng, 31 tahun, anggota Kombat yang berperan sebagai vampir punya cara sendiri mengusir bosan. Salah satunya dengan menggoda pengunjung yang lewat.
"Saya suka godain pakai suara hantu 'hihihi', nanti mereka kaget. Atau sesekali saya lompat-lompat kaya vampir," ujar Sugeng.
Tak seperti Romi, bapak tiga anak itu enggan beralih profesi. Rasa malu dan bosan dianggap sebagai risiko pekerjaan yang disikapi secara santai.
Ke depan, Sugeng malah ingin mengembangkan Kombat lebih besar lagi. Misalnya dengan melakukan inovasi agar pengunjung tidak bosan dan tetap mau berfoto.
"Jadi batu begini asyik-asyik saja. Mungkin karena saya suka seni, dulu juga ikut sanggar. Nggak ingin alih profesi. Saya malah lagi mikir nih bikin inovasi karakter vampir," katanya.
(utw/utw)











































