Presenter Irfan Hakim yang 50 persen perabotan di rumah barunya terbuat dari kayu jati lama punya cara jitu mengatasi masalah tersebut.
"Tentu aku sangat menyadari bahwa kayu rentan rayap. Makanya dari pembangunan awal semua bahan kayu yang ada disuntik anti rayap secara berkala," kata Irfan saat ditemui di kediamannya kawasan Jaticempaka, Bekasi, Selasa (17/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk jati lama kaya yang aku pakai ini sebenarnya memiliki potensi disengat rayap yang sangat kecil, mungkin terlalu keras atau pahit," ujarnya berseloroh.
Meski hampir 90 persen bahan yang digunakan adalah kayu jati bekas, pria berusia 37 tahun itu tak begitu kerepotan. Dia malah senang karena kayu yang sudah sedikit keropos akan menambah daya tarik sebagai barang antik.
Bukan itu saja. Mayoritas pintu, jendela, dan pegangan tangga yang terbuat dari kayu jati dibiarkan natural tanpa plitur atau cat tertentu.
"Jendela juga aku dapat dari rumah Belanda bekas. Semua sengaja memang begitu, nggak di-cat. Kayu yang sudah kena rayap karena umur, aku biarkan saja karena justru kelihatan antik. Ada beberapa yang diserut kecil sama diplitur tipis," kata Irfan.
Usaha lain yang dilakukan ayah dari Aisha Maydina Hakim, Bhavna Rakana Hakim, dan Bhiyan Raina Hakim itu adalah mendatangkan tukang khusus untuk membasmi hama rumah.
"Secara rutin, aku sewa tukang khusus hama-hama rumah kaya kecoa, rayap. Mereka yang akan merawat dan memberi treatment supaya kayu-nya aman dari rayap," ujarnya.
(utw/utw)











































