Hantu Jalanan Karya Seniman Italia

Hantu Jalanan Karya Seniman Italia

Astrid Septriana - detikHot
Rabu, 18 Sep 2013 10:31 WIB
Hantu Jalanan Karya Seniman Italia
Jakarta - Di kota besar seperti New York, pengaplikasian Google Street View tampaknya sudah sangat lumrah. Dengan aplikasi ini, kita bisa melihat secara langsung tampilan dari kondisi jalanan melalui internet.
Β 
Dengan itu, setiap mobil yang lewat hingga pejalan kaki yang bertebaran akan tertangkap gambarnya dengan kamera Google.
Β 
Ini menjadi inspirasi bagi seniman asal Italia, Paolo Cirio. Karyanya berupa cetakan foto dari gambar pejalan kaki yang tertangkap oleh kamera Google.
Β 
Foto ini dicetak seukuran manusia, lalu Paolo menempelkan karyanya ini pada tembok-tembok di ruang publik, tepatnya di lokasi persis gambar itu diambil.
Β 
Proyek ini disebut sebagai Street Ghosts, atau Hantu Jalanan dalam bahasa Indonesia. Sistem kerjanya adalah dengan mentransfer foto dari Google Street View, mengambil gambar pejalan kaki dengan wajah yang sudah diburamkan, mencetaknya dan membawanya ke dunia nyata.
Β 
Google sendiri memang secara otomotis akan memburamkan wajah orang yang tak sengaja tertangkap kamera. "Tapi saya masih terpukau oleh detail yang bisa dibuat dengan ini," ujar Cirio, seperti apa yang dilansir dari Daily Mail.
Β 
Karya seniman berusia 34 tahun ini telah tersebar di kota-kota besar seperti New York, London dan Berlin. Disini ia harus menempelkan karya secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.
Β 
Karena regulasi di kota setempat, menganggap tindakannya ini sebagai vandalisme. Proses eksekusinya pun hanya memakan waktu beberapa menit, setelah karya sudah digunting dan ditempelkan dengan lem wallpaper.
Β 
Karya Cirio, biasanya tidak bertahan lama untuk bisa terpampang di tembok jalanan. Tapi, jika sedang beruntung karyanya bisa bertahan selama berbulan-bulan. Ia memulai kegiatannya ini sejak September 2012. Meski mungkin ini tampak menarik, sebenarnya Cirio memiliki kampanye sendiri yang dibenamkan dalam karyanya.
Β 
Sama seperti gerakan grafiti, ia ingin melakukan sebuah intervensi. "Foto ini memang tidak menawarkan detail, tapi warna yang telah diburamkan dan garis tipis yang ada memberikan aspek figur manusia. Figur ini meluncurkan kehadiran mereka itu untuk menggambarkan kehadiran bayangan digital yang menghantui dunia nyata."
Β 
Ini juga merupakan salah satu kampanyenya untuk memprotes etika dari Google yang bisa mengambil gambar orang begitu saja, untuk keuntungan korporasi. "Saya berharap karya ini bisa menarik perhatian Google," tuturnya.
Β 
Selain itu, aksinya ini juga coba menawarkan gagasan soal interaksi antara internet dan dunia fisik. Dengan membuat proyek ini, ia bisa membuat Google mengambil gambar dari karyanya, dan membuat kesaruan dalam penangkapan gambarnya. Agar pengguna kesulitan membedakan figur manusia nyata dengan sosok buatannya.
Β 
"Karena foto seorang individu bisa diakses secara publik tanpa adanya izin mereka, saya memutar balikkan sikap ini: Saya mengambil foto individual tanpa izin Google dan menerbitkan ini di tembok jalanan," jelasnya.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads