Orang Jepang Sangat Mudah Terpesona Suara Alat Musik Bambu

Festival Musik Bambu Nusantara 2013 (4)

Orang Jepang Sangat Mudah Terpesona Suara Alat Musik Bambu

- detikHot
Jumat, 06 Sep 2013 12:59 WIB
Orang Jepang Sangat Mudah Terpesona Suara Alat Musik Bambu
Kaori Yano, duduk paling kiri
Jakarta - Jatuh cinta tak hanya bisa pada pandangan pertama. Orang juga bisa langsung jatuh cinta pada pendengaran pertama. Itulah yang dirasakan Kaori Yano, 28 tahun, perempuan asal Osaka Jepang.

"Pertama kali saya dengar suara angklung saya langsung jatuh cinta. Suaranya merdu sekali," kata Kaori dengan campuran bahasa Indonesia dan Inggris kepada detikHOT di Jakarta Convention Center, Rabu (28/8/2013).

Peristiwa itu terjadi beberapa bulan lalu, saat Kaori baru tiba ke Jakarta. Lantas, ia langsung bergabung dengan kawan-kawan warga Jepang yang memang sudah ikut grup musik Melodi Manis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain bermain angklung, selama empat bulan ini ia juga belajar untuk memainkan arumba. Menurut Kaori, alat musik bambu asal Indonesia ini sangat indah sekali terdengar.

"Belajarnya gampang, tidak susah kok. Untuk pentas ini, saya berlatih bareng-bareng dua kali saja. Yang lainnya berlatih sendiri," ujarnya sembari tertawa.



Grup Melodi Manis didirikan pada 1993 lalu oleh Budi Abdulrahman. Totalnya ada 10 orang. Menurutnya, warga Jepang yang masuk ke dalam kelompok Melodi Manis selalu bergantian.

"Mereka ini kan ikut suami ke Indonesia, bisa tinggal setahun, dua tahun atau lebih lama lagi. Kalau ada yang sudah pulang ke negaranya, ganti lagi sama orang Jepang yang baru," ujarnya.

Meski demikian, Budi tak takut jika grup musik yang diajarkannya kehabisan orang. Setiap tahunnya selalu ada murid yang minta diajarkan.

Seperti bekas muridnya pada 1996 lalu kembali ke negara asalnya. Di sana, kata Budi, mereka mendirikan grup angklung bernama Plumeria. "Rata-rata yang balik ke Jepang, mereka bikin grup sendiri. Atau mereka mengajarkan warga Jepang musik angklung," ujarnya.

Jika ditanyakan mengapa orang Jepang suka musik bambu Indonesia? Budi pun mengakui tak tahu dengan pasti alasannya. Mayoritas, kata dia, tertarik dengan suara-suara yang dikeluarkan oleh angklung, arumba, dan sebagainya.

Selain grup Melodi Manis, Budi bersama kawannya juga mendirikan grup lainnya bernama Pelangi-Pelangi dan Buluh Perindu khusus musik arumba. Berbekal promosi antar mulut, keahlian mengajar Budi pun sudah diakui oleh bekas murid-muridnya yang berasal dari Jepang.

"Grup ini tetap ada, akan selalu ada murid baru lagi dan lagi. Saya enggak akan berhenti mengaja," kata Budi. Semoga dengan melestarikan budaya angklung dan alat musik bambu lainnya, akan membuat warga Jepang selalu tertarik untuk belajar.



(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads