DetikHot

art

Goresan Romantisisme Dalam Lukisan Raden Saleh

Jumat, 30 Ags 2013 10:29 WIB  ·   - detikHOT
Goresan Romantisisme Dalam Lukisan Raden Saleh
Jakarta - Dalam catatan sejarah yang menjadi sumber Nirwan Dewanto, disebutkan bahwa saat berada di Belanda, Raden Saleh ditugaskan untuk melukis sejumlah Gubernur Jenderal. Di antaranya adalah Herman Willem Daendels, Johannes Graaf van den Bosch juga Jean Chretrien Baud.

Raden Saleh belajar melukis potret dari seorang pelukis bernama Cornelis Kruseman, sementara ia belajar melukis tema pemandangan dari Andries Schelfhout. \\\"Kita tidak mendapat gambaran bagaimana pergaulan seni rupa Raden Saleh di Belanda. Selain masa belajarnya dibawah Kruseman dan Schelfhout,\\\" jelas Nirwan.

Menurutnya, kita juga tidak tahu bagaimana ia menyerap kekayaan seni lukis yang tersimpan di Amsterdam dan Den Haag. Kecuali bahwa dalam latihannya ia menyalin karya-karya Rembrandt.

\\\"\\\"

***

Surat-surat Raden Saleh juga tak banyak bicara soal seni lukis dan pemikirian artistik apapun di Eropa. \\\"Yang kita tahu, dalam gelombang seni lukis romantik di Eropa, Belanda tidak memainkan peran yang berarti,\\\" kata Nirwan dalam musyawarah buku di Komunitas Salihara, Jakarta, Rabu (27\/8\/2013) lalu.

Nirwan menyuguhkan pandangan sejarahwan Ongokham, mengenai karya lukis Raden Saleh. Ongokham mengatakan bahwa Raden Saleh sangat terpengaruh oleh pelukis romantik asal Perancis, Ferdinand Victor Eugene Delacroix. \\\"Namun saya kira pernyataan ini hanya tepat, bila menyangkut segi tematik lukisan,\\\" kata Nirwan.

Menurut Nirwan gaya, suasana dan mood dari karya lukis Delacroix tidak cocok dengan Raden Saleh. \\\"Yang pertama bersifat edan jahanam, ganas dan liar. Sedangkan Raden Saleh, sangat berdisiplin. Sesungguhnya model artistik bagi Raden Saleh adalah karya-karya Horace Vernet.\\\"

Dalam penuturannya, ia menjelaskan bahwa lukisan Horace Vernet membungkus gerak dan emosi dalam garis-garis yang rapi mengalun.
Sementara, Delacroix yang berseberangan dengannya adalah seorang colorist, yang membiarkan bentuk-bentuk terkelupas, membanjir keluar dan meledak. Ia menyimpulkan bahwa, karya Vernet lebih cocok dalam kepribadian Raden Saleh.

***

Raden Saleh dan Horace Vernet juga pernah pergi bersama selama beberapa bulan ke Aljazair. Nirwan kembali memunculkan referensi, ia menjelaskan bahwa peneliti bernama Werner Kraus menganggap bahwa lukisan Raden Saleh yang berjudul \\\'Penunggang Kuda Arab Diterkam Singa\\\', tahun 1845 bertolak dari karya Vernet.

Nampaknya Nirwan mengamini hal ini, sembari membubuhkan analisanya. \\\"Kebuasan alamiah dari lukisan ini mengingatkan kita pada Delacroix, yang kemungkinan besar pernah ia saksikan di Belanda. Sementara pewarnaan komposisinya mengarah ke Vernet.\\\"

Bagi Nirwan, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa karya-karya Vernet yang menarik Raden Saleh lebih jauh pada paham orientalisme. Ia mulai banyak menggambar pria-pria Arab berkuda dari pengaruh Vernet, sementara gambaran singa-singa yang menerkan datang dari Delacroix. \\\"Raden Saleh menginginkan drama, tepatnya, drama yang terkendali,\\\" kata Nirwan.

Dalam beberapa lukisan berlatar Jawa, seperti lukisan \\\'Perburuan Banteng dan Pemburu Diserang Harimau\\\', pada tahun 1850, ketika Raden Saleh masih berada di Eropa, ia jelas melukiskan karakter dan wilayah yang menggambakan budaya Jawa.

Kembali pada analisa Nirwan, menurutnya, karya Raden Saleh pun masih tetap lebih sopan bila dibandingkan dengan karya Vernet. \\\"Si manusia Jawa ini tidak pernah melukis manusia telanjang, ia juga tidak pernah membuat potret diri, tidak pernah membuat potret orang lain dalam pose yang tidak konvensional.\\\"

Nirwan mengemukakan pertanyaan, benarkah romantisisme merasuk ke dalam diri Raden Saleh? Tidakkah ia tercemplung begitu saja pada arus utama yang pada waktu itu kebetulan adalah romantisisme? \\\"Jikapun ia adalah pelukis romantik, ia telah memilih sumber inspirasinya sendiri, yaitu drama gaya Perancis, khususnya Vernet dan Delacroix.\\\"

Pada masa kejayaannya ia pun tidak melukis pemandangan alam, kecuali sebagai latar belakang lukisan potretnya. Sementara pemandangan sunyi kosong yang merupakan bagian terpenting romantisisme, terutama romantisisme Jerman, tidak menarik perhatiannya. Baru kemudian setelah ia kembali ke Jawa, menampakkan pengaruh romantisisme Jerman. Yakni ketika menggambarkan seri \\\'Gunung Merapi\\\' yang tengah meletus pada 1865.




(utw/utw)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed