Tiga Penari Asia Tenggara Pentaskan 'Fire! Fire! Fire!'

Tiga Penari Asia Tenggara Pentaskan 'Fire! Fire! Fire!'

Is Mujiarso - detikHot
Rabu, 30 Jan 2013 12:23 WIB
Tiga Penari Asia Tenggara Pentaskan Fire! Fire! Fire!
Jakarta -

Tiga koreografer dari 3 negara di Asia Tenggara bersama para penari pilihan mereka masing-masing akan mempersembahkan sebuah karya kolaborasi interkultural. Mereka adalah Eko Supriyanto dari Indonesia, Pichet Klunchun dari Thailand dan Sophiline Cheam Shapiro dari Kamboja.

Masing-masing menciptakan sebuah karya tari bersama berdasarkan sumber yang sama, yakni satu episode dari epos Ramayana. Karya kolaborasi itu diberi tajuk 'Fire! Fire!Fire!' dan akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Rabu (30/1/2013) malam nanti pukul 20.00 WIB.

'Fire! Fire! Fire!' akan menampilkan perbandingan dan kontras dalam pendekatan ketiga koreografer ketika mengintrepetaskani satu subjek yang sama. Karya tersebut merupakan bagian dari proyek Goethe-Institut di Jakarta yang menggandeng Goethe-Institut di Bangkok, Khmer Arts Theater di Phnom Penh, Pichet Klunchun & Dancers Bangkok, dan Solo Dance Studio.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertunjukan di GKJ merupakan urutan ketiga dari rangkaian pentas keliling 'Fire! Fire! Fire!' Sebelumnya, karya tersebut telah dipentaskan di Phnom Penh pada 24 Januari, dan Bangkok pada 28 Januari. Sedangkan Solo akan mendapat giliran setelah Jakarta, yakni 2 Februari di Institut Seni Indonesia (ISI).

Ketiga penari dikenal sebagai seniman yang berdedikasi di bidangnya. Eko Supriyanto adalah lulusan dan dosen tetap di ISI Solo. Peraih gelar Master of Fine Arts (MFA) untuk seni tari dan koreografi dari Jurusan World Arts and Cultures, UCLA (2001) itu mempelajari tari Jawa dan pencak silat sejak berusia tujuh tahun dari kakeknya di Magelang, Jawa Tengah. Karya-karya Eko telah ditampilkan secara luas di Indonesia, Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Pichet Klunchun menggabungkan tari klasik Thai dengan citarasa kontemporer, dan tetap melestarikan inti dan kebijaksanaan tradisionalnya. Setelah memperoleh gelar sarjana untuk tarian klasik Thailand dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok, ia berkarier di dunia teater sebagai penari sekaligus koreografer. Sedangkan Sophiline Cheam Shapiro dikenal sebagai seniman tari yang karya-karyanya diakui telah memberi suntikan ide dan energi pada tarian klasik Kamboja, sekaligus memperluas jangkauan globalnya.Β 

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads