Legenda rakyat Jawa Barat itu yang akan diangkat ke panggung tersebut berdasarkan versi libreto (naskah musikal) karya (alm.) Utuy Tatang Sontani. Menggandeng seniman senior Sunaryo sebagai penata artistik, 'Sang Kuriang' diharapkan bisa tampil sebagai interpretasi kontemporer atas kisah tradisional yang memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton.
Di bagian musik, Avip Priatna bekerjasama dengan Dian Hadipranowo sebagai komposer yang akan membalut pertunjukan dengan musik klasik. Sedangkan di deretan para penampil antara lain ada Sita Nursanti, penyanyi yang belakangan kerap tampil di panggung-panggung pementasan drama musikal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bangga dapat menceritakan kembali kisah Sang Kuriang karya almarhum Utuy Tatang Sontani. Bagian akhirnya memang dibuat berbeda dengan kisah yang diceritakan turun termurun, karena almarhum Utuy hendak melanjutkan cerita pusaka ini dalam bentuk dan cara penyampaiannya sendiri," tambahnya.
Menurut Avip Priatna, drama musikal 'Sang Kuriang' bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. "Kami menceritakan ulang kisah legenda rakyat Jawa Barat dengan iringan musik klasik, jadi selain mengingatkan masyarakat tentang cerita rakyat Indonesia, kami sekaligus ingin menunjukkan bahwa musik klasik bisa dinikmati oleh siapa saja," tuturnya.
Pertunjukan berdurasi 90 menit yang disponsori oleh Djarum Apresiasi Budaya tersebut dijual dengan harga tiket beragam, dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 Juta. Selama 3 hari, pertunjukan digelar 2 kali per harinya, yakni setiap pukul 16.00 dan 20.00 WIB.
(mmu/mmu)











































