Nonton 'Sang Kuriang' dalam Balutan Musik Klasik

Nonton 'Sang Kuriang' dalam Balutan Musik Klasik

- detikHot
Rabu, 30 Jan 2013 11:06 WIB
Nonton Sang Kuriang dalam Balutan Musik Klasik
Jakarta - Membuka lembaran tahun 2013, agenda seni-budaya di Jakarta akan diisi dengan kehadiran sebuah pementasan drama musikal. Kali ini, Paduan Suara Universitas Katolik Parahyangan bekerja sama dengan direktur musik Avip Priatna dan sutradara Wawan Sofyan akan menggelar pertunjukan 'Sang Kuriang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, 1-3 Februari.

Legenda rakyat Jawa Barat itu yang akan diangkat ke panggung tersebut berdasarkan versi libreto (naskah musikal) karya (alm.) Utuy Tatang Sontani. Menggandeng seniman senior Sunaryo sebagai penata artistik, 'Sang Kuriang' diharapkan bisa tampil sebagai interpretasi kontemporer atas kisah tradisional yang memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton.

Di bagian musik, Avip Priatna bekerjasama dengan Dian Hadipranowo sebagai komposer yang akan membalut pertunjukan dengan musik klasik. Sedangkan di deretan para penampil antara lain ada Sita Nursanti, penyanyi yang belakangan kerap tampil di panggung-panggung pementasan drama musikal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun dari segi cerita, penonton barangkali sudah tak asing lagi. "Sang Kuriang adalah legenda masyarakat Sunda yang sudah diceritakan sejak dahulu dari generasi ke generasi. Mungkin dikenal juga sebagai asal-usul Tangkuban Parahu di Jawa Barat," ujar sang sutradara Wawan Sofyan.

"Kami bangga dapat menceritakan kembali kisah Sang Kuriang karya almarhum Utuy Tatang Sontani. Bagian akhirnya memang dibuat berbeda dengan kisah yang diceritakan turun termurun, karena almarhum Utuy hendak melanjutkan cerita pusaka ini dalam bentuk dan cara penyampaiannya sendiri," tambahnya.

Menurut Avip Priatna, drama musikal 'Sang Kuriang' bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. "Kami menceritakan ulang kisah legenda rakyat Jawa Barat dengan iringan musik klasik, jadi selain mengingatkan masyarakat tentang cerita rakyat Indonesia, kami sekaligus ingin menunjukkan bahwa musik klasik bisa dinikmati oleh siapa saja," tuturnya.

Pertunjukan berdurasi 90 menit yang disponsori oleh Djarum Apresiasi Budaya tersebut dijual dengan harga tiket beragam, dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 Juta. Selama 3 hari, pertunjukan digelar 2 kali per harinya, yakni setiap pukul 16.00 dan 20.00 WIB.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads