Pukul 20.05 WIB, tirai dibuka. Muncul beberapa pemain dengan iringan sorak-sorai tepukan tangan penonton yang hadir sekitar ratusan orang.
Butet Kartaredjasa memimpin pemain. Ia berperan sebagai Presiden Republik Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para Menteri Kabinet diisi oleh Menteri BUeMbeR (Cak Lontong), Menteri Kesehatan Gigi (Joned GAM), MENPORA (Marwoto), MENBUDPAR (Wisben), MENKOMINFOLLOW (Budiono Darsono). Mereka juga tampil bersama istri-istrinya yang dimainkan oleh Jais Darga, Vivi Yip, Cicilia King, F. Nadira, Amie Ardhini, dan Flora Simatupang.
Dari awal pentas mereka semua benar-benar tampil menghibur dan bisa mengocok perut anda. Cerita mengambil tema tentang perempuan-perempuan yang begitu menentukan dalam penyelengaraan pemerintah.
Ibu Any menginginkan program pokok untuk Ibu-Ibu PKK dapat terwujud. Tak hanya humor tapi juga memadukan unsur musik disko maupun tarian.
Scene kedua settingan tempat berubah. Awalnya Istana Merdeka kini menjadi ruang rapat kabinet.
Tapi di scene tersebut, Presiden tidak hadir justru di saat acara yang penting. Semua Menteri pun menyampaikan laporan-laporan kegiatannya.
Di sisi lain, para istri-istri berarisan ria. Mereka juga merencanakan agar Ibu Any harus bisa menjalankan program PKK itu dari Pak Presiden.
Selanjutnya, ditampilkan pasangan suami-istri dari korban bencana alam. Para nyonya-nyonya istana pun datang mengunjunginya.
Set kembali dibuat sama seperti di scene 2. Presiden curhat dengan Juru Bicara dan Penasehat Presiden.
Kemudian mata penonton beralih ketika melihat Hanung di atas panggung. Ia berperan sebagai Imbas, anak Presiden.
Dalam aksinya itu suami dari Zaskia Adya Mecca tampil jadi anak manja dan ingin minta kawin. Bapak dan Ibu Presiden pun memikirkan siapa calon yang pantas buat anaknya itu.
Scene 5, dimulai dengan para Menteri berpakaian santai. Mereka rupanya sedang bermain olahraga golf.
Menariknya setiap Menteri yang memukul bola itu kemudian adegan dibuat freezing. Lalu masuk lah nyonya-nyonya istana yang berusaha membujuk Ibu Presiden supaya Imbas jadi mantu-mantu mereka.
Scene 6, Presiden tampil dengan adegan konferensi pers di depan Istana Merdeka. Ibu Any kekeuh mengharapkan 10 program pokok PKK itu tercapai.
Presiden pun tak kuasa menahan paksaan dari sang istri. Imbas muncul dengan berbicara 'kapan Imbas akan menikah, bapak-ibu?'.
Demikian lah akhir dari pertunjukan yang menghibur sekali. Kurang lebih selama 180 menit pertunjukan merasa puas dengan humor yang ditampilkan setiap pemain.
(nu2/nu2)











































