detikHot

art

Oppie Andaresta dan Nirina Zubir Tampil di Pentas 'Malin Kondang'

Kamis, 11 Okt 2012 16:58 WIB - detikHot
Jakarta - Rangkaian pertunjukan berpayung Indonesia Kita pada 2012 telah sampai pada lakon ke-3, setelah 'Jogja Broadway: Apel, I’m in Love' dan 'Kabayan Jadi Presiden'. Dari Yogyakarta ke Tanah Sunda, kali ini tim kreatif yang terdiri Butet Kertaradjasa, Djaduk Ferianto, dan Agus Noor menyajikan cerita rakyat yang sangat populer dari Minangkabau.

Pentas 'Maling Kondang' yang disutradarai oleh Yusril Katil tersebut akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat dan Sabtu (12-13/10/2012) pukul 14.00 dan 20.00 WIB. Seperti biasa tim Indonesia Kita yang didukung Djarum Apresiasi Budaya menampilkan deretan bintang tamu beken. Kali ini, pertunjukan akan dimeriahkan antara lain oleh Oppie Andaresta, Nirina Zubir, Effendi Gazali, dan Iwel Sastra.

Dari judulnya 'Malin Kondang', plesetan dari 'Malin Kundang', bisa ditebak bahwa pertunjukan akan diwarnai dengan parodi yang lucu dan satir khas pentas-pentas Indonesia Kita selama ini. Dikisahkan, seorang bernama Malin Kundang pulang ke kampung halamannya setelah ia sukses dan kaya-raya. Dengan uangnya yang melimpah ia hendak membangun kampungnya dengan mencalonkan diri menjadi pemimpin setempat, dan ingin membangun monumen dirinya.

Banyak yang bangga dengan kesuksesan dan rencana-rencana Malin itu, tapi ibunya justru mempertanyakan asal-muasal uang didapat. "Lakon ini adalah bentuk keprihatinan kita, betapa orang kini tak lagi merasa malu melakukan korupsi,” ujar Butet Kartaredjasa dalam keterangannya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari kisah itulah lakon diolah dan dikembangkan dengan meramu berbagai unsur dan bentuk seni dari Tanah Minang, mulai dari gerak ginyang maktaci, tapuak galembong, legaran randai, dendang dan silat, badendang dan saluang, sampai ke bentuk seni yang lebih kontemporer yakni Rap Minang.

"Nanti akan ada kolaborasi antara maestro seni tradisi Mak Katik dengan rapper Minang Tommy Bollin,” ujar sutradara Yusril Katil. "Dalam pentas ini, kita akan melihat bentuk dan semangat baru, untuk terus mengolah tradisi yang ada, hingga menjadi tontonan yang lebih dinamis dan metropolis," tambahnya.

Seperti biasa pula, mengiringi pementasan akan digelar Pasar Kuliner Indonesia mulai pukul 12.00 WIB. Sudah pasti menu-menu legendaris Minang sudah menunggu seperti rendang belut, rendang telur, gulai pakis udang, ketupat pitalah, lamang tapai, ampiang dadiah, sate padang, bareh randang, karupuak sanjai, bika, kue talam, kampiun, kopi kawa, tunjang, ikan gulai asam padeh, gulai usus, pinyaram, dan galamai. Nyam!




(mmu/mmu)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed