Bagi Happy, memerankan sosok Inggit adalah tantangan besar. Meski sudah sering tampil di panggung teater, ia mengaku perannya dalam pertunjukan yang diprakarsai Titimangsa Foundation dan didukung Djarum Apresiasi Budaya tersebut cukup berat.
"Ini monolog pertama saya yang durasinya panjang. Apalagi sosok Inggit ini cukup berat buat saya untuk menghayati perannya," ungkapnya dalam konferensi pers di Amarone Bistro & Bar, Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sosok Inggit ini adalah srikandi yang saya rasa layak disebut pahlawan nasional. Saya ingin mewakili spiritnya dia. Kelupaan sejarah itu menjadi semangat cita-cita saya mementaskan monolog ini," jelasnya antusias.
Pertunjukan yang disutradarai Wawan Sofwan dan Adha Imran sebagai penulis naskah itu akan ditampilkan hari Senin dan Selasa, pada 4-5 Juni pukul 20.00 WIB di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tiket untuk mahasiswa dibanderol Rp 150 ribu dan umum Rp 250 ribu.
(bar/ich)











































