Doa bersama itu dipimpin oleh Ketua Dewan Kesenian Surabaya Sabrot D Malioboro pada pembukaan puncak acara FPII. "Duka Aceh duka kita semua," kata Sabrot. Para penyair dan seniman lintas benua pun mengheningkan cipta selama beberapa menit.
Seusai mengheningkan cipta, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi. Di awal acara, penyair asal Aceh Fikar W. Eda membacakan puisinya yang berjudul 'Nyeri Aceh'. Fikar mengatakan, semula dia tak berencana membaca puisi yang berkisah soal kepiluan Aceh tersebut. Namun, ketika dia mendengar kabar gempa di Aceh, Fikar gelisah. Penyair gondrong itu pun langsung mengontak keluarga besarnya yang ada di Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FPII dihadiri 17 penyair internasional dari 10 negara dan 26 penyair dari berbagai kota di Indonesia. Pada puncak acara, para penyair dalam dan luar negeri bergantian membaca puisi. Tampil pula kolaborasi musik, tari, dan pembacaan puisi yang akan ditampilkan oleh seniman Indonesia, Afrika Selatan, dan India. Puncak acara FPII ditutup oleh penampilan penyanyi Ayu Laksmi dan musisi legendaris Sawung Jabo.
Sebelum digelar di Subaraya sejak 10 April, FPII telah digelar di tiga kota, yaitu Magelang (1-3 April 2012), Pekalongan (4-6 April 2012), dan Malang (7-9 April 2012). Forum ini dikuratori oleh Afrizal Malna, Saut Situmorang, Silke Behl, Indra Wussow, dan Michael Augustin. Tema yang diangkat adalah 'Whatβs Poetry?' yang sekaligus menjadi judul antologi yang mendokumentasikan puisi-puisi dari penyair yang hadir di forum tersebut.
(mmu/ich)











































