"Ini menceritakan tentang seorang peranakan China yang berbisnis batik kudus," ungkap Reinatasari selaku Program Direktur dari Bakti Budaya Djarum Foundation saat ditemui dalam jumpa Pers 'Kabaret Oriental' di Dapur Babah, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2012).
Kabaret yang melibatkan 300 orang ini merupakan perpaduan antara seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan budaya Oriental. Ada hal-hal baru yang juga akan ditampilkan di pertunjukkan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menceritakan tentang salah satu keluarga peranakan China, Hwang Cin Hin, bergelut dalam bisnis batik Kudus. Namun pria yang beristri empat itu sudah meninggal dunia. Kini, istri yang ke 4 lah yang mengurus anak-anaknya.
Wiliam, anak pertama dari istri pertama dan Tuan Cin Hin, memperebutkan bisnis ayahnya dengan Robert, anak laki-laki dari istrinya keempat. Kabaret Oriental menceritakan tentang perebutan cinta, harta, dan tahta dalam sebuah keluarga China peranakan yang mengelola bisnis batik.
Pertunjukan tersebut akan dipentaskan pada 20-24 Maret 2012 di Gedung Kesenian Jakarta.
(kak/ich)











































