Menurut Sardono, Perang Diponegoro bukanlah sekedar perang personal seorang pangeran Jawa abad ke-19 terhadap kesewenang-wenangan Belanda. Melainkan, sebagai pertempuran sengit tak kunjung habis antara kemanusiaan dan kesewenang-wenangan yang lebih luas.
Itulah sebabnya, judul pergelaran pun diganti menjadi 'Jawa War 1825-0000'. Melalui opera ini, Sardono ingin menyampaikan bahwa pertempuran terbaik terhadap penindasaan apapun hanya bisa dilakukan dengan perlawanan kultural.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Jawa War 1825-0000' akan dipetaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, 11 - 13 November 2011. Tanggal 11 November dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun kelahiran Pangeran Diponegoro, yang lahir di Yogyakarta dan meninggal di Makassar.
Dengan menggandeng Iwan Fals sebagai penata musik, dan Happy Salma sebagai salah satu pemain, Sardono berharap masyarakat bisa menyaksikan kembali karyanya yang pertama kali dpentaskan pada 1995 itu. Bagi masyarakat yang belum pernah menyaksikan versi aslinya, tentu pertunjukan ini akan menjadi sesuatu yang baru.
Begitu pun bagi Happy Salma yang terlibat sebagai salah satu pemain. "Mas Don memberikan keleluasaan pada saya. Tapi justru itu yang kadang membuat saya bingung. Karena kadang sok tahu, nervous, ya itu prosesnya. Sampai sekarang masih terus berproses. Sampai nanti tabirnya dibuka dipanggung ya itu jadinya," terang Happy.
(mmu/mmu)











































