Sambil mengamen, mereka juga memperkenalkan album kedua mereka yang baru saja diluncurkan 'Buaian Sepanjang Masa'. Pada 13 September 2011, mereka telah resmi membuka 'Ngamen Tamasya 2011' di Yogyakarta.
Dalam pergelaran di perempatan Gedung Pos Besar Yogyakarta mereka berhasil memukau seluruh masyarakat yang melintas. Dari sana, grup orkes gesek tersebut mampir ke Bentara Budaya Jakarta, Kamis (15/9/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka tampil dengan sangat menghibur selama kurang lebih satu setengah jam. Ngamen tersebut dibuka dengan lagu 'Lelo Ledhung' hasil kolaborasi dengan sinden Sruti Respati.
Sang sinden bernyanyi sambil menggendong bayi. Lagu itu memang menggambarkan seorang ibu yang sedang meninabobokkan anaknya. Tak hanya dengan Sruti, grup musik yang berdiri sejak 1992 itu juga berkolaborasi dengan solois Silir Pujiwati.
Pada kesempatan kali ini, mereka juga membawakan karya terbaru di album yang kedua 'Buaian Sepanjang Masa' yakni lagu 'Nina Bobo', 'Sweet Laluby', 'Kara', 'Kanaya', 'If Only I Could Turn Back Time', 'Ilir-Ilir', 'Owa-owa', 'Upiak', 'Tidurlah intan' dan 'Sapu Lidi'.
Sa'unine membawa sebanyak 45 musisi alat musik gesek. Mulai dari violin, viola, cello, contra, bass dan beberapa alat musik lainnya. Setelah Jakarta, mereka akan ke Bandung (16/9), Semarang (17/9), Salatiga (18/9), Solo (19-20/9), Malang (21-22/9), dan Surabaya (23-24/9).
(rac/nu2)











































