Hari Museum Internasional tersebut telah ditetapkan oleh ICOM (International Council of Museum) sejak 1977. Acara festival yang mengambil tema 'Museum and Memory' itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum terutama kaum muda agar lebih mengenal dan mencintai museum.
Selain pameran, mereka menampilkan beberapa atraksi saat acara. Museum Bank Indonesia menampilkan demo perawatan uang kuno, dan cara mengidentifikasi uang palsu. Lalu ada Museum Layang-layang yang menampilkan demo membuat layang-layang, dan masih banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Talk Show yang diberi nama Bincang-Bincang Museum (BBM): Quo Vadis Museum? itu menghadirkan pembicara para pakar dan peneliti permuseuman. Sejumlah lomba unik juga digelar untuk memeriahkan suasana.
Ada lomba Amazing Museum Race yang para pesertanya bertualang menyusuri stand-stand museum sambil memecahkan berbagai teka-teki. Lomba Fotografi, Rally Photo of Museum, Lomba Foto Narsis, Lomba Jingle Repdut Museum, dan ada pula Lomba Sepeda Ontel.
Dalam acara tersebut juga ditampilkan atraksi kesenian tradisional khas Betawi, seperti Ondel-ondel, Marawis, Tanjidor, Tari Lenggang Nyai, dan lain-lain. "Semoga acara ini dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang," harap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Arie Budhiman melalui rilis yang dikirimkan kepada detikhot, Jumat (20/5/2011).
(ich/mmu)











































