Untuk berbenah, PDS HB Jassin mendapatkan kiriman 19 relawan dari berbagai kalangan. Di antaranya mahasiswa, seniman, bahkan ibu rumahtangga. Mereka bekerja secara sukarela dan tanpa bayaran.
"Itu sejak seminggu ini, kita mendapatkan bantuan pertama 14 orang, lalu ada tambahan 5 orang lagi. Ya, kira-kira ada 15 orang yang membantu efektif. Mereka dibagi 5 orang setiap harinya," kata Kepala Pelaksana Harian PDS HB Jassin Ariany Isnamurti saat berbincang dengan detikhot, Selasa (26/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan 4 bulan ini selesai. Kalau tidak, ya akan kita tambah waktunya. Karena butuh telaten sekali," ungkap perempuan berkacamata itu.
Setelah proses pengklipingan selesai, PDS HB Jassin melanjutkan dengan proses digitalisasi dokumen. Namun itu tentunya harus ditangani sumberdaya khusus. Belum lagi, banyak buku-buku yang harus diseleksi dan dibenahi menurut kategori di rak.
"Itu akan kita lakukan, jangan terlalu terburu-buru. Yang penting semua selesai dan semua karya sastra terselamatkan," ujar Ariany.
PDS HB Jassin yang terletak di kompleks Taman Ismail Marzuki Jakarta mendapat perhatian masyarakat setelah dikabarkan akan tutup karena kekurangan dana perawatan dari pemerintah daerah. Berbagai kalangan telah bahu-membahu menghimpun dana untuk kelangsungan lembaga warisan budaya yang tak ternilai harganya itu.
(ebi/mmu)











































