Gupta Mahendra, pembicara yang ditanya, segera mengenali sang penanya itu sebagai seorang komikus. "Masih amatiran, Mas," ujarnya malu-malu.
Penanya yang mengaku "komikus amatiran" itu adalah Vbi Djenggotten, yang telah menerbitkan karyanya berjudulΒ 'Married with Brondong'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, menurut Juru Kelola Salihara Dian Ina Mehendra yang juga hadir dalam diskusi itu, industri komik sekarang sedang menggeliat. "Komikus sekarang sibuk-sibuk, punya banyak proyek," ujarnya.
Gupta Mahendra yang sehari-hari bekerja sebagai editor komik Indonesia di Koloni, divisi penerbitan M&C! Comics, membenarkan bahwa industri komik lokal memang tengah menggeliat.
"Sekarang ini bola ada di tangan komikus. Penerbit sudah banyak yang mau nerbitin komik lokal," ujar Gupta.
Namun, kalau ditanya komik seperti apa yang disukai pasar, Gupta tak punya jawaban yang pasti. Koloni sendiri, tempat ia bekerja, masih menerbitkan komik dengan tema-tema umum, dengan sasaran pembaca remaja.
"Kita dari penerbit tidak mau mengarahkan. Bola tetap lebih banyak ada di tangan kreatornya. Kita juga belum menemukan formulanya, komik yang laku seperti apa, masih meraba-raba," ungkapnya.
Setidaknya, Gupta punya tips untuk para komikus yang ingin karyanya diterbitkan. "Maaf, jangan seperti katak dalam tempurung. Kebanyakan komikus kita miskin referensi," ujarnya.
Selain itu, Gupta juga menekankan perlunya kedisiplinan. "Belajar menepati tenggat, itu penting sekali," tegasnya.
(mmu/mmu)











































