Begitulah kira-kira ungkapan yang para panitia penggagas konser #koinsastra di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (13/4/2011). Pra produksi konser dilakukan secara dadakan, begitu juga saat mencari musisi dan sastrawan yang ingin berkontribusi dengan rela.
Konser #koinsastra di BBJ akan menghadirkan musisi dan sastrawan seperti Dewa Budjana, Piyu 'Padi', Ananda Sukarlan, Kotak, Efek Rumah Kaca, Ayu Laksmi, Dwiki Dharmawan, dan lain-lain. Mereka akan menggugah, menarik massa Indonesia untuk menyumbangkan 'koin'nya untuk Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayu Laksmi (penyanyi rock tahun 90-an)
"Saya datang dari Bali, saya sangat senang bisa diajak untuk berpartisipasi, ini dadakan. Tapi ini kesempatan berharga saya, semoga bisa menyalurkan energi positif. Maunya sih saya menawarkan diri untuk ikut terlibat, tapi kayaknya terlalu serakah,"
"Dalam konser ini saya akan mewujudkan impian saya, yaitu satu panggung sama Maya Hasan (pemain harpa), Dewa Budjana, dan Dwiki Dharmawan. Ini sebuah impian yang akan terwujud,"
"Saya melihat PDS HB Jassin sudah parah sakitnya. Kita harus bertindak, mungkin hanya alam semesta yang bisa selamatkan,"
Maya Hasan (Pemain Harpa)
"Saya pun kecemplung di kolam yang indah dan baik ini. Terimaksih dengan Ayu Laksmi untuk kita kecemplung bareng. Nama besar banyak banget di panggung, ini bukan hanya untuk menyelamatkan PDS HB Jassin. Ini suatu penyelamatan cermin generasi atas dan sekarang itu nggak ada yang peduli. Kita punya suatu kewajiban yang besar untuk melihat,"
"Dengan melihat literatur, kita akan tahu banyak bahwa kita adalah bangsa yang besar. Saya berharap gerakan ini bisa memicu gerakan lain,"
Ananda Sukarlan (pianis)
"Kalau saya kecemplung lewat twitter yang menyebutkan PDS HB Jassin mau tutup karena kurang ada dukungan dari pemerintah. Ini aneh sekali. Ini aset negara yang menguntungkan pemerintah, kok ini di sia-siakan,"
"Waktu saya diajak, saya dengan senang hati. PDS HB Jassin itu harta karun,"
Sementara itu dalam konser #koinsastra juga akan dilakukan peluncuran buku berjudul 'Dari Datuk ke Sakura Emas'. Buku tersebut merupakan buku kumpulan cerpen dari 14 cepenis dan kalangan umum, termasuk wartawan. Buku tersebut pun dibuat secara dadakan, sedikit lama dari waktu pembuatan konser #koinsastra yang memakan waktu 1 minggu.
Sang penggagas, Clara Ng menuturkan dirinya harus memutar otak selama 1 minggu untuk menghasilkan sebuah buku kumpulan cerpen.
"Saya hubungi beberapa penulis dan berkumpul untuk berpartisipasi dalam pengembangan PDS HB Jassin. Akhirnya bertemu, tapi beberapa penulis bilang 'saya hanyan bisa menulis, itu harta yang aku yang paling berharga'," kata Clara dalam sebuah perbincangan.
Lalu tercetuslah untuk membuat cerpen dengan tenggang waktu singkat, selama 1 minggu. Sementara menunggu sebagian penulis yang menyelesaikan cerpen, Clara harus mencari penulis lain hingga tercapai angka 14 penulis. Penulis-penulis tersebut di antaranya Happy Salma, Dewi Lestari, Ahmad Suwati dan lain-lain.
"Bertemulah saya dengan 2 orang wartawan yang harus menyelesaikan masing-masing 1 cepen dalam waktu 48 jam," ungkap perempuan berkacamata itu.
Akhirnya selesailah semua tulisan, buku pun tercetak. Clara Dan penulis lainnya akan menyumbangkan 100 persen royalti buku kepada PDS HB Jassin.
(ebi/hkm)










































