Dalam rangka hari jadi ke-40 Majalah Tempo, Opera Tan Malaka akan dipentaskan lagi. Kali ini di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, 23-24 April 2011.
Akhir 2010, opera tersebut telah dipentaskan di Festival Salihara. Menyusul kemudian, rekaman pertunjukan itu diputar keliling di 19 TV lokal se-Indonesia. Namun, di sebuah TV swasta di Kediri, Jawa Timur, pemutaran opera tersebut dilarang aparat keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka, di pentas tersebut Anda tidak akan menemukan aktor yang memerankan tokoh. Hanya akan ada 2 penyanyi opera dan 2 pembaca teks.
Tan Malaka sendiri merupakan tokoh perjuangan Indonesia yang wafat pada usia 53 tahun. Tokoh pemimpin sosialis itu banyak menghabiskan hidupnya di pengasingan. Ia diasingkan karena keras dengan pemikirannya mengkritik kolonial Hindia-Belanda.
Ia juga banyak mengkritik pemerintahan Soekarno di masa-masa awal kemerdekaan. Dalam catatan sejarah, terutama di buku-buku pelajaran sekolah, nama Tan Malaka memang sepertiΒ terlupakan. Padahal banyak pemikirannya yang berperan untuk Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
(ebi/mmu)











































