Sebenarnya dunia teater bukan hal yang baru untuk suami artis Zaskia Mecca itu. Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Hanung sudah mengenal dunia teater di Yogyakarta. Dunia teater itu juga yang kemudian menjadikan Hanung menjadi sutradara besar.
Sejak akhir 80-an hingga 1996 Hanung menjadi pemain teater di Kota Gudeg itu. Bahkan Hanung juga pernah mempunyai kelompok teater sendiri dengan nama 'Teater Kanvas'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanya Hanung begitu senang saat teman-teman lamanya seperti Butet Kartaradjasa mengajaknya untuk ikut bermain. Begitu mendengar, Hanung pun tidak menyia-nyiakan mendalami peran yang ia jalankan.
Perannya yang tidak begitu besar di lakon tentang keistimewaan Yogyakarta itu, tidak menjadikan Hanung santai-santai saja. Ia latihan dengan serius, meski terhambat dengan kesibukan film terbarunya, '?'.
Hanung harus terbang ke Bangkok, Thailand untuk proses pengeditan. Setelah itu harus terbang ke Australia dalam rangka pemutaran film 'Sang Pencerah'.
"Saya cuma 5 kali latihan. Tapi itu saya maksimalkan sekali. Saya serius dan bersemangat di pulang kampung ini," katanya seraya tertawa lepas.
Di 'Laskar Dagelan' yang dipentaskan di Graha Bakti Budaya, TIM, 29-30 Maret 2011 itu Hanung berperan menjadi sutradara muda yang ingin membuah film di Yogyakarta. Dalam perjalanannya itu, Hanung pun jatuh cinta dengan seorang perempuan. Sayangnya perempuan itu sudah mempunya kekasih, terjadilah cinta segitiga.
"Tapi itu bukan inti cerita. Inti ceritanya adalah pelawak-pelawak protes tentang pekerjaannya yang membuat orang tertawa diambil oleh pejabat-pejabat di DPR. Mereka pun demo, kenapa?" cerita Hanung saat berbincang santai dengan mengenakan pakaian serba putih, warna kegemarannya.
(ebi/ich)











































