Ketua Pelaksana Harian PDS HB Jassin Ariany Isnamurti menegaskan, pada dasarnya pihaknya membuka pintu bagi masyarakat, baik itu kalangan sastrawan, mahasiswa maupun umum untuk menjadi tenaga magang. Namun, ia merasa tak enak hati kalau harus menggratiskan mereka.
"Tadinya saya berpikir untuk menerima magang misalnya mahasiswa Sastra. Tapi kalau magang itu kan nggak dibayar,Β jangan dong. Paling nggak mereka diberi makan. Itu salah satu cara untuk menangani dokumen yang belum diolah itu. Bisa itu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, ketika kondisi memprihatinkan PDS HB Jassin menjadi perbincangan ramai, dan wacana magang mencuat, Ariany tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan lagi sistem magang. "Tapi, kita lihat dananya. Kalau mereka gratis, jangan. Kecuali ada yang kasih dana dan pasti kita ambil yang magang. Itu akan lebih baik sekali," paparnya.
(mmu/mmu)











































