Dalam buku setebal 340 halaman itu terdapat 50 'kicauan' pria berkacamata itu. Sesuai judulnya, isinya memang tentang curahan kegalauan hati Indra.
"Ada tentang gaya hidup, Jakarta, tentang cinta dan tentang keluarga," ujarnya saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Senin (21/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kan nyebar di mana-mana, termasuk di beberapa media. Akhirnya dikumpulin jadi satu. Prosesnya sih cuma beberapa bulan aja," jelasnya.
Indra yang mengawali kariernya sebagai penyiar radio itu mengaku suka menulis sejak SMA. Saat itu tulisannya berbentuk curhat-curhat ala ABG. Baru pada 2007 ia mulai menulis dengan lebih serius.
"Di buku itu ada tweet saya juga, dijadikan buku. Ada juga di Facebook. Nah, setelah itu kenapa nggak dibukukan saja. Digabungkan semua," ujar penulis skenario film ''Mereka Bilang Saya Monyet yang pernah rutin menulis kolom di Majalah 'Free' itu.
Tidak hanya pengalamannya sendiri yang ia tuangkan dalam buku 'Kicau Kacau'. Ada juga pengalaman teman-temannya.
Ada satu cerita yang jadi best story di buku yang sudah sebulan beredar di toko buku itu. Yaitu, tentang penyesalan Indra mengapa sering malas untuk memijat ayahnya sewaktu kecil.
"Ini sih jadi renungan aja, saya suka malas kalau disuruh pijet ayah saya waktu saya kecil. Pasti aja deh nggak mau. Eh giliran sekarang saya tuh kalau lagi pegel, dipejetin dengan sukarela tanpa disuruh. Saya bertanya-tanya kenapa dulu nggak pernah. Gue baru tahu ini sayang orangtua sepanjang masa," paparnya.
(ebi/mmu)











































