Ketoprak di Jakarta: Hidup Segan Mati Tak Hendak

Ketoprak di Jakarta: Hidup Segan Mati Tak Hendak

- detikHot
Rabu, 16 Mar 2011 17:21 WIB
Ketoprak di Jakarta: Hidup Segan Mati Tak Hendak
Jakarta - Berbincang dengan sutradara Ketoprak Humor Aries Mukadi mengenai pentas reuni di Gedung Kesenian Jakarta, 21 Maret mendatang ternyata melebarkan ingatan pada banyak kenangan di masa lalu. Kenangan Aries melayang sampai ke masa ketika pertunjukan ketroprak masih mudah dijumpai di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 1970-an.

Masa-masa itu tidak pernah dilupakan Aries. Ketoprak Kopyok Campur Sari, grup yang ia gawangi, selalu ditungu-tunggu oleh pengunjung TMII. Pentas yang ia gelar sebulan sekali itu selalu dipadati. Aries dan kakaknya, almarhum Timbul selalu bersemangat setiap pementasan. Cerita, dekorasi panggung, sampai kostum disiapkan dengan detail. Bahkan khusus cerita ia selalu mengadakan riset terlebih dahulu agar tidak keliru saat dipentaskan.

"Waktu itu sangat populer, ini di Jakarta saja loh yah. Banyak seniman-seniman daerah yang datang membantu dan itu bisa menghidupi mereka," kenang Aries saat ditemui detikhot di Jakarta, Selasa (15/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saat ini, ramainya penonton ketoprak tinggal kenangan. Aries punya ungkapan sedih untuk melukiskannya. "Ketoprak, hidup susah dan mati belum. Bagaimana, organisasinya itu tidak bisa menjangkau," kata mantan dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu.

Sekarang, Aries hanya bisa bertanya. "Di Jakarta, mau main ketoprak di mana? Sewa gedung pertunjukan saja sangat mahal. Kalau pun main di lapangan terbuka, perizinannya sangat sulit," keluhnya.

Ketika dikejar, berapa biaya sewa gedung pertunjukan di Jakarta, Aries menyebut angka Rp 20 juta. "Mau mengandalkan tiket saja susah banget, nggak mungkin hasil penjualan tiket itu bisa membayar uang gedung. Wong untuk kebutuhan pemain aja belum tentu," ujarnya.

"Jadi bisa dibilang, ketoprak aja itu hampir punah. Tempat mainnya saja nggak dikasih," tambah Aries yang mengaku telah merasakan hal tersebut sejak era 80-an.

Lahir di Surabaya pada 29 April 1948, Aries memang berasal dari keluarga seniman ketoprak. Ia bercerita, ibunya tetap bermain ketoprak saat mengandung dirinya.Β  Aries sendiri sudah menjadi sutradara ketoprak pada usia 20 tahun. Ia dan timnya selalu memperhatikan minat penonton di setiap masa, untuk kemudian memberikan variasi cerita dan inovasi dalam musik.

(ebi/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads