Dalam membuat pementasan, Nano menegaskan, dirinya hanya berusaha jujur dengan memotret sendi-sendi kehidupan di luar panggung. "Konsepnya ada potret, kan jujur saja menangkap atmosfer rakyat kecil yang digusur-gusur. Jadi itu yang saya pentaskan, dengan dasar cinta, humor, jenaka, supaya tidak terlalu menyakiti," papar Nano.
"Sama sekali tidak ada niatan saya untuk menajam-najamkan kritikan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 61 tahun itu mengakui, dalam setiap pementasan Teater Koma selalu tak luput dari kekurangan. Dan, berbagai kekurangan yang ada itu akan diperbaiki pada pementasan berikutnya. "Dengan kata lain, kekurangan-kekurangan itu membuat saya terpacu," katanya.
Sampai saat ini, kelompok teater yang dibentuk 1 Maret 1977 itu sudah melahirkan 122 naskah teater, dengan 967 kali pertunjukan. Sudah banyak juga pemain film dan sinetron handal yang dicetak oleh Teater Koma.
(mmu/mmu)











































