34 Tahun Teater Koma (2): Jujur Memotret Kehidupan

34 Tahun Teater Koma (2): Jujur Memotret Kehidupan

- detikHot
Senin, 07 Mar 2011 16:17 WIB
34 Tahun Teater Koma (2): Jujur Memotret Kehidupan
Jakarta - Teater Koma identik dengan kritik terhadap penguasa. Setidaknya, itulah yang tertangkap dari tahun-tahun ketika pementasan mereka selalu mendapatkan pencekalan dari aparat pemerintah. Padahal, menurut Nano Riantiarno, pendiri sekaligus sutradara grup teater yang kini berusia 34 tahun itu, kritik tersebut terjadi secara tidak sengaja.

Dalam membuat pementasan, Nano menegaskan, dirinya hanya berusaha jujur dengan memotret sendi-sendi kehidupan di luar panggung. "Konsepnya ada potret, kan jujur saja menangkap atmosfer rakyat kecil yang digusur-gusur. Jadi itu yang saya pentaskan, dengan dasar cinta, humor, jenaka, supaya tidak terlalu menyakiti," papar Nano.

"Sama sekali tidak ada niatan saya untuk menajam-najamkan kritikan," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, jika ditanya, dari sekian lakon yang telah diproduksinya, manakah yang menurut Nano sendiri yang terbaik, maka inilah jawabannya. "Mana yang terbaik, secara klise akan saya jawab, karya saya yang terbaik adalah karya saya yang akan dibuat mendatang."

Pria berusia 61 tahun itu mengakui, dalam setiap pementasan Teater Koma selalu tak luput dari kekurangan. Dan, berbagai kekurangan yang ada itu akan diperbaiki pada pementasan berikutnya. "Dengan kata lain, kekurangan-kekurangan itu membuat saya terpacu," katanya.

Sampai saat ini, kelompok teater yang dibentuk 1 Maret 1977 itu sudah melahirkan 122 naskah teater, dengan 967 kali pertunjukan. Sudah banyak juga pemain film dan sinetron handal yang dicetak oleh Teater Koma.
(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads