Angka 3.0 adalah sebuah tahap yang sudah dipijak Piyu di dunia musik. Tahap 3.0 mengandung arti bahwa sebagai musisi Piyu sudah bisa menjual karakter atau human spirit-nya.
Tahap tersebut dicapai setelah seorang musisi melewati dua tahap sebelumnya, yakni tahap 1.0 dimana musisi hanya bisa membuat lagi, dan tahap 2.0, ketika musisi sudah bisa menjalin interaksi pada pendengarnya yang tak lain adalah konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa saat saya memulai karier passion saya di sana. Saya ingin mengerti musik dan bisa melakukan pekerjaan di sana. Setelah 10 tahun, generasi di bawah saya belum ada yang bisa mengikuti, at lease memulai mengikuti dan mengubah nasib di musik, dan inilah yang menggugah keinginan saya untuk bikin buku," paparnya.
Piyu juga menceritakan bentuk egoismenya sebagai musisi, misalnya dengan membuat event untuk menjaring band-band baru. Tujuannya, Piyu ingin ada band yang bisa menghasilkan karya yang cemerlang.
"Sebenarnya terlalu egois menginginkan band yang mempunyai good song, keinginan saya membuat band baru yang memiliki kualitas," katanya.
Piyu teringat saat Padi memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, dari Surabaya. Katanya, saat itu Padi benar-benar tidak punya relasi untuk ke Jakarta. Sekarang, dengan membuat event-event band, Piyu berharap banyak band yang mempunyai kesempat untuk menjadi 'the next Padi'.
"Lima tahun ke depan saya nggak muluk-muluk, cuma saya berusaha untuk menginisiasi sesuatu. Saya ingin membuat sesuatu yang buat anak-anak muda bergerak. Ibaratnya mereka bisa membaca, proyek saya ingin ada contoh yang bisa diikuti melalui buku saya," tutupnya.
(ebi/mmu)











































