Pulang Kampung, Sineas Riri Riza Bangun Rumah Budaya di Makassar

Pulang Kampung, Sineas Riri Riza Bangun Rumah Budaya di Makassar

- detikHot
Jumat, 18 Feb 2011 18:53 WIB
Pulang Kampung, Sineas Riri Riza Bangun Rumah Budaya di Makassar
Makassar - Sutradara Riri Reiza memilih pulang kampung ke Makassar dengan cara yang berbeda. Pria berambut kriwil itu pulang ke Makassar dengan merombak rumah keluarganya di kawasan Gunung Sari Baru, Makassar, menjadi rumah budaya yang ia beri nama 'Rumata'.

Riri menyebut rumah budaya 'Rumata'-nya itu sebagai sebuah arena teater, galeri seni-budaya, perpustakaan seni, dan kedai seni yang bisa diakses oleh siapa saja yang mau berekspresi. Ia terobsesi dari rumah budayanya kelak akan membawa perubahan positif bagi kota kelahirannya yang selama ini memiliki citra buruk dari efek pemberitaan media massa.

Riri yang ditemui detikcom dalam jumpa persnya di kantor Biro Intim Kompas, Jalan Pengayoman, Makassar, Jumat (18/2/2011), menuturkan niatnya pulang kampung untuk membangun rumah budaya. Bukan sekadar romantisme belaka pada kota yang ia tinggalkan sejak kelas 5 SD lalu. Tapi menjadi sebuah inisiatif pengembangan wawasan kebudayaan masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proyek pembangunan rumah budaya yang diperkirakan rampung pada Juni 2011 ini, Riri berkolaborasi bersama Lily Yulianti Farid, sastrawati asal Makassar yang kini menetap di Melbourne, Australia. Selain Lily, Riri akan melibatkan seluruh seniman Makassar dari berbagai genre untuk meramaikan 'Rumata'

"Di 'Rumata' nanti akan ada kelembagaan sistem yang dikelola profesional. Akan banyak berinteraksi menggagas program seni-budaya, siapa pun boleh tampil. Misalnya pemahat Asmat yang mau menggelar workshop atau mau putar filmnya bisa di sini," ujar sutradara 'Laskar Pelangi' dan 'Sang Pemimpi' itu.

Sutradara 'Eliana-Eliana' dan 'Gie' yang pernah meraih banyak penghargaan di kancah festival film internasional itu juga berharap 'Rumata' akan menjadi pusat kegiatan budaya yang independen. Terbuka bagi siapa saja dan merupakan ajang persilangan ekspresi dari aliran mana pun.

Sebagai sineas muda berbakat, ia juga merasa masih sangat kurang pengabdian yang pernah ia berikan pada tanah kelahirannya tersebut. Riri mengaku baru dua karyanya yang mengambil lokasi syuting di Sulawesi Selatan, yakni film 'Anak Seribu Pulau' di Kabupaten Tana Toraja, tahun 1996 dan film 'Buku Catatanku' yang dibintangi almarhum Gito Rollies, tahun 1997 lalu. (mna/ebi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads