Hasil penilaian dewan juri itu dibacakan oleh salah satu anggotanya, Anton Kurnia di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (14/1/2011) malam. Mewakili anggota juri lainnya, yakni Sapardi Djoko Damono dan AS Laksana, Anton mengungkapkan bahwa harapan tim juri untuk mendapatkan satu saja karya yang istimewa tidak terpenuhi.
"Oleh karena itu, tahun ini tidak ada pemenang utama, dan juri hanya menetapkan empat karya unggulan," ujar Anton. Empat karya itu adalah 'Persiden' karya Wisran Hadi, 'Lampuki' karya Arafat Nur, 'Jatisaba' karya Ramaida Akmal dan 'Memoar Alang-alang' Henri Teja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, sebagian besar naskah yang disertakan dalam lomba kali ini mengecewakan dalam beberapa hal. Pertama, dalam hal keperajinan," ujar Anton. "Kedua, miskinnya strategi literer untuk membangun cerita," sambungnya seraya mengingatkan bahwa materi yang menarik tidak dengan sendirinya menghasilkan cerita yang baik.
Sayembara Novel DKJ digelar sejak 1974 dan berlanjut rata-rata setiap dua tahun sekali, dengan tradisi memilih satu pemenang utama dan empat karya unggulan. Bukan sekali ini saja dewan juri mengumumkan pemenang yang tidak lengkap. Pada 2008, juri bahkan hanya menetapkan satu pemenang utama dan tanpa 4 karya unggulan.
(mmu/mmu)











































