detikHot

Seni Kristik Rasa Indonesia (3)

Berawal dari Hobi, Seni Kristik Bisa Jadi Usaha Menguntungkan

Rabu, 11 Jun 2014 14:36 WIB - detikHot
Dok.Tia Agnes/ detikHOT Dok.Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Sejak masih bersekolah di Wonosobo, Aryati sudah menggemari seni kristik. Ia menyulam di kala senggang. Hobi tersebut masih terus dilakoninya hingga ia berprofesi sebagai arsitek.

Saat itu, sesama pecinta kristik suka berkumpul dan menyulam bersama. Aryati bertemu dengan kawannya Niniek, lalu ia mendirikan Cross Stich Point di awal tahun 2000-an.

Ketika awal berdiri, belum banyak komunitas pecinta kristik yang ada di Jakarta. "Bisnisnya juga masih jarang," ungkapnya kepada detikHOT pekan lalu.

Lantaran ingin membagi kegemaran yang sama, Aryati membuat desain lokal khas Indonesia. Banyak pelanggan dari Jakarta dan luar negeri yang membelinya.

"Usaha ini bukan cuma menjual barang jadi dari kristik. Tapi kita juga membuat satu paket yang menjualnya. Jadi mereka yang beli dapat belajar dari contoh pola yang sudah ada," ujarnya.

Bisnis yang sudah dikerjakannya selama hampir 13 tahun ini terus konsisten menyediakan desain motif lokal. Serta setiap minggunya terdapat kursus bagi yang ingin belajar.

Menurut Aryati, bisnis ini memang tidak cepat menguntungkan seperti bisnis lainnya. Namun, setidaknya penggemar kristik tahu tempat membeli pola yang mereka inginkan. "Bisa dibilang sekarang sudah untung, dibandingkan tahun 2000 lalu," ungkap Aryanti.

Tak hanya menjual satu paket kristik yang terdiri dari jarum, benang, kertas pola, dan contoh pola saja tapi Cross Stich Point juga menyediakan barang jadi. Misalnya, nampan yang terbuat dari kerajinan kristik, sendal dengan desain kristik, tas kristik, dompet, dan pajangan dinding lainnya.






(tia/mmu)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed