Sebagai band yang telah merilis tujuh album, Oasis masih berhasil menarik perhatian pecinta musik. Di Indonesia saja, menurut marketing manajer Sony Music Indonesia, Fajar Indoharyo, album terbaru Oasis, 'Dig Out Your Soul' sudah laku lebih dari 100 ribu keping.
Kepada reporter detikhot, Puteri Fatia, Noel Gallagher berbagi resep sukses dan rencana 'selingkuh' dari Oasis. Noel ditemui detikhot di backstage Singapore Indoor Stadium sebelum naik pentas, Minggu (5/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
J: Saya ingat ketika kami manggung 3 tahun yang lalu. Saya melihat penonton kami kini lebih muda. Saya sendiri nggak tahu dari mana mereka kenal Oasis. Banyak dari mereka yang belum lahir ketika album pertama kami 'Definitely Maybe' dirilis.
J: Saya merasa musik kami tak lekang dimakan waktu. Musik kami bukan musik yang mengikuti tren terbaru. Kami hanya ingin terus rock n' roll.
J: Arti musik dan lagu kami juga timeless. 'Don't Look Back In Anger' atau 'Wonderwall', berkisah tentang emosi manusia. Dari dulu hingga kini saya rasa pemaknaan tentang emosi manusia tidak pernah berubah. Arti lagu dan musik kami tetap sama dan bisa dinikmati walau waktu terus berubah.
J: Seringkali ketika konser di negara yang Inggris bukan bahasa utama saya terkesan. Mereka bisa menikmati musik kami walau berbeda bahasa. Terus terang saya tidak suka menganalisa kenapa orang menyukai kami dan setelah selama ini masih ada yang menyukai kami. Saya hanya selalu yakin kalau itu semua karenaΒ musik kami.
T: Katanya kamu punya proyek solo di luar Oasis ya?
J: Setelah tur ini usai saya mungkin akan libur panjang. 3 bulan lalu saya menyadari saya telah menyimpan banyak sekali lagu ciptaan saya yang belum dipublikasikan. Kalau dikumpulkan bisa mencapai 3-4 album. Dan lagu-lagu tersebut bagus. Saya berpikir bagaimana kalau usia saya hanya sampai 65 tahun dan lagu-lagu ini belum dikeluarkan. Mungkin saya akan coba mewujudkan itu.
(fta/yla)











































