Widyawati: Jangan Ada Yang Ditutupi

Kegundahan Hati Widyawati (1)

Widyawati: Jangan Ada Yang Ditutupi

- detikHot
Kamis, 04 Sep 2008 15:27 WIB
Widyawati: Jangan Ada Yang Ditutupi
Jakarta - Seratus hari lebih setelah kepergian Sophan Sophiaan, Widyawati masih menyimpan duka. Di balik duka itu, ada sebuah luka ternyata. Widya merasa ada yang ditutup-tutupi kematian suaminya itu.

Berikut curahan hati Widyawati ketika berbincang dengan detikhot di rumahnya di Jl. Garuda V, Blok C2 No. 1, Bintaro Jaya, Tangerang, Banten, Kamis (4/9/2008):

Apa yang membuat Mba Widya akhirnya bicara soal misteri kematian almarhum?

Masalahnya saya itu mendengar berita simpang-siur tidak hanya dari media, tapi dari kalangan bikers juga, khususnya Harley Davidson yang waktu itu ikut. Ini membuat saya jadi berpikir. Saya mendengar sendiri dari kawan-kawan komunitas bikers bahwa tidak pernah ada kecelakaan Harley sampai menghilangkan nyawa.

Apa yang membuat Mba Widya yakin kalau almarhum meninggal bukan karena kecelakaan tunggal?

Saya melihat hasil rontgen dokter, ini menandakan tidak mungkin kecelakaan tunggal seperti ini. Saya sendiri memeriksa bagian dada atas almarhum ada garis merah, itu saya sendiri yang buka bajunya pas di ambulance. Hasil rontgen jelas di situ ada tanda merah.

Saya melakukan ini karena didorong keingin tahuan. Saya berpikir kalau hanya patah tulang itu tidak seberapa. Tapi kok mulutnya keluar darah terus. Sepertinya dia tidak bisa apa-apa. Di dalam ambulans waktu itu tidak ada dokter, hanya ada perawat. Saya lupa mereka ngomong apa, mungkin begini, mungkin begitu.

Apa benar almarhum meninggal karena terlindas?

Iya memang. Kecelakaan seperti ini itu tidak pernah ada dan bukan kecelakaan tunggal, masalahnya dia itu sampai patah kaki juga.Tapi saya kurang ingat, karena waktu itu saya sangat panik sekali, yang saya pikirkan adalah keselamatan suami.

Apakah ada unsur politik di situ, karena almarhum kan cukup vokal selama ini?


Saya nggak tahu. Buat saya tolong bicara apa adanya jangan ditutupi. Saya menunggu pengakuan. Siapapun dia. Karena banyak sekali yang ditutup-tutupi. Ini kan komunitas bikers, mereka kebersamaannya sangat kuat. Dengan perjalanan ini terus terjadi kecelakaan, di mana kebersamaan mereka, kok jadinya ada yang nutup-nutupi.

Semuanya menutup-nutupi?


Ya tidak semuanya. Ada beberapa memang yang bicara ke saya tentang kronologis sebenarnya. Tapi saya terus bertanya apa dan kenapa ditutupi.

Bagaimana tanggapan Widyawati soal pengakuan dua jenderal, Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Roesmanhadi dan mantan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda (Purn) Pieter Watimena? Tunggu berita selanjutnya!

(eny/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads