Ustad Guntur Bumi diketahui dirundung banyak masalah belakangan. Ustad bernama asli Susilo Wibowo itu dituding sejumlah pihak telah melakukan praktik melenceng terkait usaha pengobatan alternatif yang dibinanya.
Berbagai laporan kepada polisi pun telah dilayangkan kepada UGB oleh mereka yang mengaku korban. Dari mulai tindak penipuan juga pelecehan seksual. Untuk mengklarifikasi tudingan-tudingan yang dinilainya tak benar, hari ini Minggu (12/4/2014) UGB pun menggelar jumpa pers lewat 13 pengacara yang digandengnya.
Setiap pengacara mencoba meluruskan beberapa tudingan yang dilayangkan kepada UGB. Di antaranya soal kasus wanita berinisial R yang mengaku dilecehkan, sang pengacara pun buka suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum selesai kasus 'R', UGB juga dituding telah melakukan pencurian emas saat melakukan pengobatan di rumah seorang pengusaha di Kalimantan. Kabar UGB telah melakukan pencurian diketahui lewat rekaman video yang kini tersebar di dunia maya.
"Karena dia (UGB) adalah publik figure, video itu bisa saja dibuat oleh orang-orang yang tdak bertanggung jawab. Bukan hanya masalah cerita tapi adanya fakta," bantah UGB lewat pengacaranya yang bernama Erwin.
Tak sendiri, Erwin juga dibantu oleh dua rekannya dalam menangani kabar pencurian emas yang dilakukan kliennya.
Bertubi-tubinya masalah yang menimpa agaknya membuat UGB harus menyewa banyak pengacara. Setiap pengacara dipercaya menangani permasalahan yang berbeda-beda. Ada pula, nama pengacara Eyang Subur yakni Ramdan Alamsyah untuk membantu menyelesaikan masalah UGB. Ramdan ditemani oleh Sunan Kalijaga. Keduanya meluruskan perihal kabar tentang kediaman sang ustad di kawasan Bintaro yang telah disewakan.
Selebihnya ada enam pengacara lain yang juga terlibat dalam jumpa pers yang digelar di kantor HAMI (Himpunan Advokat Mudah Indonesia) Jalan Balikpapan Jakarta Pusat tersebut.
Meski begitu, UGB sendiri tak terlihat hadir dalam jumpa pers tersebut. Mewakili pengacara lainnya, salah seorang pengacara menuturkan, UGB sengaja tak dihadirkan sebagai bagian dari rencana dalam menghadapi serangkaian permasalahan yang mencuat belakangan.
"Ini bagian dari taktik kami, beliau tidak hadir," kata Yasin Hasan yang diminta UGB menangani laporan seorang perempuan keturunan India yang mengaku rugi hingga Rp 200 juta saat minta diobati oleh sang ustad.
(wes/doc)











































