Jakarta - Grant Marshall, yang biasa disebut Daddy G, bisa dibilang sebagai pencetus dari apa yang sekarang dikenal sebagai ‘Bristol Sound’. Jenis musik inilah yang menggabungkan antara dub, reggae, funk, disco dan hip hop yang dibawakan oleh Massive Attack, Smith and Mighty, Tricky dan Portishead – sebuah karya music yang telah meninggalkan jejaknya di seluruh dunia lebih dari satu setegah decade.
Daddy G merupakan otak dari semuanya karena ia merupakan pendiri dari the
Wild Bunch Sound System sebelum Massive Attack terbentuk. Di tahun 1980-an, Marshall terjun ke dunia musik Birstol sebagai anggota dari grup tersebut, yang meliputi dua anggota Massive Attack lainnya, Robert del Naja dan Andrew Vowles. Enam tahun kemudian, grup tersebut dibubarkan, dan menggiring Marshall, Del Naja dan Vowles membentuk trip-hop grup bernama Massive Attack – yang bisa dikatakan sebagai grup pertama dalam kategori trip-hop.
Jauh sebelum menjadi bagian band ini, Daddy G dikenal sebagai seorang DJ. Saat berumur 10 tahun, dia sudah merekam
mix-tape nya sendiri, terinspirasi oleh kekasih kakaknya yang juga merupakan seorang DJ. Daddy G merupakan salah satu DJ Bristol yang termuda pada tahun 80-an, dan telah ditetapkan sebagai sinonim untuk gaya music
eclectic. Dimanapun Daddy G bermain, pengunjung akan selalu mendengar trend terbaru dari lagu disko, fresh punk funk dari New York, rap, serta soul dan dub reggae. Ketika Wild Bunch Sound System dibentuk, Daddy G sudah menjadi selebriti lokal. Permainan DJ yang dia lakukan tidak hanya menjadi legendaris karena ketrampilan mixing dan pemilihan lagunya, namun juga karena kreativitasnya di depan microphone.
Scheduled to appear in: Avalon, 24 September 2011;
www.avalon.sg Bio: http://www.myspace.com/djgrantmarshall
(adv/adv)
Anda punya gosip heboh seputar artis Indonesia? klik di sini dan dapatkan hadiah menarik tiap bulannya