Sahara (2005)
|
Ulasan yang buruk dari kritikus, membuat film itu tak bisa melesat di box office. Sahara dinilai sebagai 'bencana', dan digunakan sebagai contoh ketika studio menghabiskan terlalu banyak uang untuk produksi film.
The Adventures Of Pluto Nash (2002)
|
'The Adventures Of Pluto Nash' memiliki kerugian hampir Rp 1,426 triliun, dan Murphy sepertinya sudah menyiapkan sisi lucu dari kegagalannya dengan berkata, "Saya tahu ada dua atau tiga orang yang akan menyukai film ini."
The Alamo (2004)
|
Dengan biaya produksi yang besar serta bintang seperti Dennis Quaid dan Billy Bob Thornton, penonton berharap disuguhkan film sejarah yang epik. Namun film itu menimbulkan kekecewaan besar. Selain itu 'The Alomo' tenggelam karena bayang-bayang film 'Passion of the Christ' yang dirilis berdekatan.
'The Alamo' mengalami kerugian sekitar Rp 1,47 triliun.
Cutthroat Island, (1995)
|
Biaya yang dibuat untuk film ini mencapai US$ 98 juta, bahkan perusahaan pembuat film nyaris bangkrut sebelum syuting dimulai. Artinya, mereka tak lagi punya uang untuk promosi.
Dengan kerugian mencapai Rp 1,43 triliun, 'Cutthroat Island' pun masuk Guinness Book of Records sebagai salah satu film dengan kegagalan terbesar di box office.
John Carter (2012)
|
Film ini justru memiliki kerugian mencapai Rp 1,94 triliun, dan menjadi sejarah sebagai film dengan kegagalan terbesar di box office.
Halaman 2 dari 6