Nama Bunga Citra Lestari mencuat ketika sinetron 'ABG' yang diperankannya sukses menarik perhatian penonton, dengan waktu tayang yang terbilang cukup lama di layar televisi. Seiring makin padatnya pekerjaan sebagai pesinetron, BCL pun memerlukan manajer untuk mengatur jadwalnya.
Ketika disinggung mengenai peran sosok manajer dalam perkembangan kariernya, BCL langsung terkesan ingin menghindar. Lho, kenapa?
"Aduh, males ngomongin manager," sahutnya seraya tertawa.
"Gimana ya, kalau manager itu menurut gue sebenarnya manajer sekarang tentunya besar sekali (perannya), tapi gue memang bukan (artis) yang dijadikan oleh seorang manajer. Maksudnya, dari awal gue kan emang ditemuin (sutradara) dan waktu itu awal-awal masih dianter sama nyokap," sambungnya menjelaskan.
Saat ini BCL memang dimanajeri oleh pria berusia 33 tahun, bernama Ikhsan Doddyansyah atau yang lebih akrab disapa Doddy. Keduanya memang sudah berteman sejak lama, jauh sebelum BCL terjun ke dunia hiburan.
![]() |
Di awal karier, BCL dimanajeri oleh sebuah agensi. Bagaimana ceritanya bisa beralih ke Doddy?
"Aku jadikan si Doddy ini jadi manajer aku karena dia sahabat aku. Whatever I'm doing dia selalu ada buat aku. Plus dia sarjana hukum tapi waktu itu dia masih sekolah, masih ngambil S2 di UI, jadi why not!?" kisahnya.
Pencapaian kariernya saat ini bisa dikatakan BCL tengah berada di dalam mangkuk emas dengan segala kilaunya. Bunga yang sudah berkarier sejak 2002 itu mempunyai konsep apa itu seorang manajer dalam perjalanan kariernya.
"Manajer yang aku expect adalah itu bener-bener tahu, termasuk meng-create future aku mau apa, makanya Doddy ada di samping terus kan kadang-kadang bantuin, why not nggak sekalian jadi manajer? Walaupun dia juga belum ada knowledge untuk how to be manager tapi dia punya basic hukum dan untuk kontrak segala macem dia udah ngerti gitu. Cuman untuk apa sih fungsinya manager itu? Ya kita berjalan seiring perkembangan karier aku ya perkembangan kariernya si Doddy juga gitu." jelasnya dengan lebar.
Bunga yang kini tengah padat dengan segala macam bentuk promosi film, syuting dan kegiatan off air maupun on air lainnya tentunya tak mampu untuk mengerjakan sendiri. Hal tersebut pernah ia rasakan berat tak teratasi ketika dirinya belum memiliki seorang manajer.
"Oh iya, kelimpungan karena misalkan lagi syuting, syuting ada dua produksi terus jadwal-jadwal bentrok, sama misalkan kalau aku ada iklan wah itu izinnya susah banget setengah mati," pungkasnya seraya tertawa.