Sebuah bumbu baru bagi portfolio seorang Chelsea Islan dalam perjalanan kariernya sebagai seorang aktris. Membintangi film 'Headshot' garapan sutradara Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel alias The Mo Brothers, wanita berparas putih itu harus berlatih koreografi untuk film terbarunya yang bergenre action dan drama.
Bermain film garapan The Mo Brothers merupakan pengalaman terbaru bagi cewek kelahiran tahun 1995 yang kerap membintangi film drama maupun biopik itu. Untuk meluweskan gerakan demi gerakan dalam adegan film yang dibintangi oleh Iko Uwais dan Julie Estelle itu, Chelsea melakukan latihan selama sebulan.
"Jadi memang 'Headshot' itu latihannya sebulan. 'Headshot' ini action drama, ini salah satu pertama terlibat dalam film laga. Film action this is my first time, film pertama sebelumnya kan aku drama, drama biopik ya, maksudnya masih bisa gitu. Ini banyak tantangannya karena latihannya juga latihan sebulan full," bukanya semangat.
"Sebulan full itu bener-bener dilatih oleh Uwais Team. Dengan Mas Iko Uwais dan timnya, banyak sekali pelatih-pelatih koreografer kita. Itu di Cempaka Putih di studio pelatihannya itu," sambungnya.
![]() |
Bermain dalam film yang harus beradegan fisik jelas merupakan pengalaman menarik bagi pemeran noni Belanda bernama Stella dalam 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' itu. Ia pun merasa tertantang membintangi film yang akan mengambil porsi dalam Toronto International Film Festival 2016 di kategori 'Midnight Madness' itu.
"Merasa tertantang dan ini adalah suatu hal yang baru buat aku. Saat ditawari itu aku langsung, wah ini seneng banget pertama aku suka banget dengan karya-karyanya Timo dan Kimo, mereka bikin 'Rumah Dara' itu aku suka banget. Dan, kedua itu ceritanya itu aku suka dan ketiga action," paparnya.
Dalam prosesnya, Chelsea tak hanya menjalani tahapan yang biasa seperti "reading", melainkan juga latihan fisik yang berat. Seperti apa?
"Di situ aku benar-benar dilatih... wow, berat loh latihannya, nggak sepertinya biasa reading yang cuman beberapa minggu dan reading kan kita baca praktekin, baca praktekin, baca langsung perform gitu kan. Ini nggak bisa, ini ada koreografinya, juga harus dihafalin koregrafinya, " kisahnya.
![]() |
"Sampai aku tuh diajarin dasar-dasarnya untuk fighting jadi kalau dipukul jatuhnya gimana, kalau ditendang gimana jatuhnya dan praktiknya gimana terus refleks jadi itu sangat penting untuk di film ini, reaksi dan refleks nggak boleh salah, karena kalau salah sedikit nanti takut tangan atau kaki kita keseleo atau cidera jadi makanya semua itu itu di Headshot itu safety is number one," sambungnya dengan rinci.
Beruntung untuk pertama kalinya bermain film dan beradegan fighting, Chelsea tidak mengalami cidera selama proses latihan dan syuting film berlangsung. Ia pun bersyukur akan hal itu.