DetikHot

spotlight

Begini Proses Menjadi Tunanetra di Film 'Jingga'

Kamis, 25 Feb 2016 14:54 WIB  ·   M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHOT
Begini Proses Menjadi Tunanetra di Film Jingga Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Film terbaru produksi LolaAmaria Production berjudul 'Jingga' menceritakan kisah hidup para tunanetra. Empat remaja dan segudang dinamikanya menjadi plot utama.

Selama dua bulan penuh, empat pemain pendatang baru itu digembleng untuk bisa tampil sealami mungkin sebagai tunanetra. Mereka adalah Hazfine Bob, Hanny Valery, Qautsar Hy dan Aufa Assegaf.

Bob berperan sebagai Jingga yang menjadi tunanetra karena kecelakaan. Hanny sebagai Nila yang terserang virus toksoplasma sejak dalam kandungan, Qaustar sebagai Marun yang mengalami kebutaan keturunan. Serta Aufa sebagai Magenta yang menjadi tunanetra karena kesalahan pemberian obat.

"Pertama kali itu kita berempat ditutup matanya di kantor. Kita belajar melangkah, meraba benda-benda di kantor. Setelah dirasa cukup, kita keluar kantor, ke sekitaran komplek. Kita diminta menebak ini kendaraannya jenis apa, ini daun apa, sekalian belajar pakai tongkat juga," buka Hanny sebagai pemeran Nila saat bertandang ke kantor detikHOT beberapa waktu lalu.

"Babak selanjutnya mata dibuka nih. Kita harus beraktivitas, tapi haram hukumnya melihat objek yang mau kita tuju. Pokoknya mata harus kosong. Kaya ke convenience store gitu, beli-beli harus seperti tunanetra, katanya tunet mandiri. Dan benar, semua orang percaya. Dari tukang parkir, sampai kendaraan banyak yang kasih jalan," sambung Hanny lagi.

Tapi, babak terakhir dan ternyata sekaligus yang paling sulit. Yaitu belajar membaca dan menulis huruf braile.

"Yang paling susah itu belajar braile. Kita diajarin sama Ibu Reta dari Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia). Kita belajar pakai papan gitu namanya reglet," timpal Qautsar menyebut papan khusus yang digunakan untuk mencetak huruf braile.

"Kita awalnya belajar cara nulis huruf A-Z. Terus belajar nulis nama sendiri, terakhir dikasih PR nulis Pancasila. Paling sulit itu karena kita harus nulis dari kanan ke kiri," sambung Qautsar.

Bahkan, tugas Bob, Hanny, Qautsar dan Aufa belum tuntas dengan hanya berhasil memerankan tunanetra. Tapi juga harus bisa berakting sebagai tunanetra yang bisa bermain musik.

"Bayangkan, saya harus belajar menjadi tunanetra dan belajar juga bermain bass. Karena saya satu-satunya yang nggak bisa main alat musik," ungkap Aufa disambut tawa teman-temannya.

"Babak bermain musik itu termasuk yang paling sulit. Kita main musik, tapi badan nggak boleh goyang, harus kaku. Kan mereka nggak pernah lihat gimana orang main musik, jadi ya diem aja gitu," tutup Bob lagi.

Penasaran dengan 'Jingga'? Tak perlu menunggu lagi, karena film arahan Lola Amaria itu sudah tayang mulai hari ini di seluruh bioskop di Indonesia.


(mif/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed