DetikHot

premiere

'Downsizing': Dramedy Penuh Optimisme dari Alexander Payne

Kamis, 08 Feb 2018 06:30 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
Downsizing: Dramedy Penuh Optimisme dari Alexander Payne Foto: (imdb)
Jakarta -

Alexander Payne adalah salah satu sutradara Amerika terbaik. Film-filmnya tidak pernah gagal menyampaikan tema-tema susah seperti existensial crisis, tragedi, konflik kekeluargaan, ketidaksetiaan sampai keputusasaan.

Sejak 'Citizen Ruth' dirilis tahun 1996, Payne tidak pernah gagal menggambarkan manusia-manusia rapuh ke dalam film-filmnya. 'Election', 'About Schmidt', 'Sideways', 'The Descendants' dan 'Nebraska' berhasil menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat kompleks.

Gaya bertutur yang satir membuat Payne menjadi salah satu American filmmaker yang karya-karyanya harus selalu diikuti. Itulah sebabnya ketika Payne merilis 'Downsizing', film pertamanya yang bermain-main dengan unsur sci:fi, para pencinta film harus siap untuk mengantre di bioskop.

'Downsizing': <i>Dramedy</i> Penuh Optimisme dari Alexander PayneFoto: (imdb)


Di masa depan, ilmuwan telah berhasil mengecilkan manusia seukuran jari—beratnya hanya sekitar 18 gram. Hal ini dilakukan manusia sebagai upaya untuk menjadi lebih green friendly terhadap lingkungan.

Sepasang suami istri yang tinggal di Omaha, Paul Safranek (Matt Damon, yang selalu cocok untuk berperan sebagai orang-orang biasa) dan Audrey Safranek (Kristen Wiig) mempunyai masalah finansial yang cukup membuat Paul terjaga setiap malamnya.

Audrey ingin segera pindah dari rumah yang sedang mereka tinggali sekarang. Masalahnya, tabungan mereka tidak cukup untuk membeli rumah baru. Di acara reuni sekolah, mereka bertemu dengan teman mereka, Dave dan Carol Johnson (Jason Sudeikis dan Maribeth Monroe) yang ternyata telah mengecilkan tubuh mereka. Dave dan Carol bercerita tentang betapa serunya hidup mereka sekarang setelah mereka mengecilkan diri.

'Downsizing': <i>Dramedy</i> Penuh Optimisme dari Alexander PayneFoto: (imdb)


Setelah konsultasi dengan sales person di Leisureland—salah satu pemukiman orang-orang yang sudah mengecilkan diri—Paul dan Audrey akhirnya setuju untuk menjalani proses downsizing. Dan disinilah Paul akhirnya menemukan petualangan baru dalam hidupnya.

Pertama kalinya menyutradarai film dengan high-concept, Payne cukup berhasil mempersembahkan idenya ke bentuk audio visual dengan baik. Visual Phedon Papamichael dibantu dengan desain produksi yang apik dari Stefania Cella membantu untuk melukis 'Downsizing' sebagai dunia yang benar-benar nyata.

Visual Leisureland dan perbandingannya dengan dunia nyata cukup membuat Anda percaya bahwa hal ini bisa saja terjadi. Setiap kali Payne menyorot manusia asli dengan para manusia yang sudah di­-downsize, Anda akan terperangah.

'Downsizing': <i>Dramedy</i> Penuh Optimisme dari Alexander PayneFoto: (imdb)



Separuh pertama 'Downsizing' adalah keajaiban yang kerap terjadi di film-film Payne. Film ini penuh dengan offbeat humor yang akan membuat Anda menyeringai lebar.

Keputusan Payne dan Jim Taylor—teman duet Payne yang melahirkan 'Sideways'—untuk memilih seorang pria paruh baya yang basic adalah keputusan yang baik. Melalui perjalanan Paul, kita dapat melihat apa yang terjadi ketika kita menjalani proses downsizing. Alasan finansial juga menjadi alasan yang lumrah bagi seorang yang basic seperti Paul—dan kita semua—untuk memilih hal itu.

Sayangnya magic itu tidak bertahan lama. Di paruh kedua 'Downsizing', Payne memilih jalur lain dengan memasukkan karakter Ngoc Lan Tran (Hong Chau, begitu memikat), seorang demonstran Vietnam yang dikecilkan sebagai hukuman, yang akhirnya menjadi katalis bagi Paul untuk berpetualang. Keputusan Payne untuk memasukkan Ngoc Lan Tran ke dalam cerita ini akhirnya mengubah 'Downsizing' menjadi film yang sama sekali berbeda. Tambahan kisah roman antara Paul dan Ngoc Lan Tran juga tidak membantu 'Downsizing' menjadi lebih baik.

'Downsizing' memang akhirnya menjadi sebuah film yang penuh optimisme. Film ini akhirnya menjadi sebuah pedoman hidup tentang bagaimana hidup menjadi manusia yang bertanggung jawab. Bukan hal yang buruk memang—dan bagi sebagian orang, pesan moral tersebut sangatlah krusial—akan tetapi hal tersebut membuat ketajaman Payne menjadi tumpul. Rasa satir yang membuat penonton kangen akan karya-karya Payne seakan menghilang—meskipun bagian tentang hubungan Paul dan Audrey tetap kelam seperti biasa.

Untuk ukuran film biasa, 'Downsizing' adalah sebuah film yang sangat menarik dan menghibur. Tapi untuk ukuran Alexander Payne, film ini terasa seperti kemunduran. Payne selalu mempersembahkan tontonan yang spektakuler ketika ia memberikan pertanyaan dan bukannya serangkaian jawaban. Dan sayangnya, 'Downsizing' memberikan terlalu banyak jawaban.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


(doc/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed