DetikHot

premiere

'The Lazarus Effect': Ketika Ilmuwan Main-main Jadi Tuhan

Jumat, 08 Mei 2015 10:40 WIB  ·   - detikHOT
The Lazarus Effect: Ketika Ilmuwan Main-main Jadi Tuhan
Jakarta - 'The Lazarus Effect' adalah sebuah film horor yang menceritakan tentang ilmuwan-ilmuwan muda yang bermain-main menjadi Tuhan. Pasangan ilmuwan Frank (Mark Duplass) dan Zoe (Olivia Wilde) berhasil menciptakan sebuah serum bernama "Lazarus". Serum ini sanggup membangkitkan kembali makhluk hidup yang sudah mati.

Bersama dengan tim yang terdiri atas Niko (Donald Glover), Clay (Evan Peters) dan si bagian dokumentasi Eva (Sarah Bolger), mereka berhasil melakukan tes percobaan dengan anjing yang sudah mati. Dan, karena ini film horor, mereka pun mulai menyadari bahwa anjing yang telah mereka hidupkan kembali itu tidak sama lagi dengan anjing normal pada umumnya. Puncaknya terjadi ketika eksperimen mereka diambil alih oleh korporat besar yang akhirnya menyebabkan kecelakaan fatal: Zoe meninggal dunia. Frank pun berusaha menghidupkan kembali sang tunangan menggunakan serum yang sama. Dan, horor yang lebih seram pun menunggu mereka.

Debut penyutradaraan dari sutradara dokumenter David Gelb ini sebenarnya cukup meyakinkan. Paling tidak, separuh pertama 'The Lazarus Effect' terasa cukup fresh dengan aroma suspense yang kental. Duo penulis skrip Luke Dawson dan Jeremy Slater berhasil mempersembahkan detail-detail yang sanggup membuat bulu kuduk merinding sampai akhirnya filmnya menjadi klise dan membosankan.

Sesungguhnya, ide film ini tidaklah baru. 'Pet Sematary' dan 'Re-Animator' juga bermain-main di ranah yang sama. Yang membuat kedua film tadi mencekam adalah visualisasi dan mood yang terjaga. 'The Lazarus Effect' kurang berhasil membuat penonton berteriak ketakutan karena tidak hanya karakternya terlalu pasif, namun juga tidak ada hal baru yang ditawarkan oleh film ini. Aksi Zoe setelah terkena serum juga kalah menyeramkan dengan apa yang dilakukan oleh Sissy Spacek dalam 'Carrie'.

Satu-satunya yang bisa menyelamatkan 'The Lazarus Effect' adalah komitmen para bintangnya untuk sungguh-sungguh larut dalam karakter. Terlepas dari skrip yang kedodoran, Duplass dan Wilde --yang akhir-akhir ini menjadi indie darlings berkat pemilihan film-film mereka-- mempunyai chemistry yang bagus sebagai pasangan ilmuwan yang berdedikasi. Kita bisa melihat interaksi mereka yang baik dan perubahannya sepanjang film. Terutama, Wilde yang kebagian jatah untuk tampil menjadi monster.

Sementara itu, Evan Peters dan Donald Glover berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan. Peters yang sudah dididik oleh Ryan Murphy dalam antologi 'American Horror Story' cukup memberikan napas yang segar. Glover, lulusan serial 'Community', menjadi lawan main yang seimbang bagi Duplass dan Peters sebagai teman ilmuwan idealis.

Tapi, tentu saja, sekuat apapun para pemainnya berusaha, film ini pada akhirnya tetap loyo begitu lampu bioskop mulai menyala. Sebagai sebuah tontonan, jika Anda sedang punya banyak waktu, 'The Lazarus Effect' bolehlah dijajal. Namun, kalau Anda penggemar horor sejati, film ini tak lebih dari cerita basi yang diulang lagi.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.




(Is Mujiarso/Is Mujiarso)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed