Aksi panggung Nina Persson cs itu dimulai sekitar pukul 21.30 WIB dengan lagu pembuka 'Paralyzed'.
Ia tampil membuka pertunjukan dengan bergelap-gelapan dan hanya ditemani pancaran cahaya lampu panggung yang berwarna biru dan hijau.
Meski tak tampak jelas wajah dari para personil mereka, ia tampil dengan mellow membawakan lagu tersebut dan berhasil membawa para penonton ikut menikmati alunan musik yang disajikan.
Masih dengan tata cahaya yang sangat minim itu, Lars Olof Johansson, Peter Svensson, Bengt Lagerberg, Nina Persson dan Magnus Sveningsson juga melanjutkan penampilan mereka dengan membawakan lagu Erase/Rewind.
Para penonton pun kembali ikut terhanyut dalam alunan musik-musik mereka yang bergenre alternative rock.
Sedikitnya dipenampilan perdana mereka di Indonesia, The Cardigans membawakan sebanyak 20 lagu jagoan dari beberapa album yang telah dihasilkan selama bermusik.
Lagu-lagu yang disajikan banyak berasal dari debut album perdananya 'Emmerdale' (1994), 'Life' (1995), 'First Band on The Moon' (1996), 'Gran Tourismo' (1998), 'Long Gone Before Daylight' (2003), 'SUper Extra Gravity' (2005) dan album kumpulan karya-karya terbaik mereka 'The Cardigans - Best of' (2008).
Konser ini bisa dikatakan sebagai konser reuni mereka untuk memberikan dan mneyuguhkan satu pertunjukan yang menarik bagi para pecinta musiknya yang ada di seluruh dunia. Konser ini di promotori oleh Loud Production yang diketuai oleh Ridho Slank.