DetikHot

music

Siapa Sebenarnya Pussy Riot yang Ganggu Final Piala Dunia?

Senin, 16 Jul 2018 12:10 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Siapa Sebenarnya Pussy Riot yang Ganggu Final Piala Dunia? Pussy Riot menyampaikan protes di Piala Dunia. Foto: Reuters
Jakarta - Band Punk asal Rusia, Pussy Riot, mengaku sebagai dalang di balik aksi politis yang terjadi di pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis melawan Kroasia yang berlangsung di Luzhniki Stadium, Moscow pada Minggu (15/7/2018) waktu setempat.

Aksi tersebut dimulai dengan masuknya 4 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 1 laki-laki ke dalam lapangan mengenakan baju polisi. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai 'polisi memasuki permainan'.

Protes yang dilayangkan menuntut pembebasan para aktivis yang menjadi tahanan politik yang ditangkap secara ilegal dalam aksi.

Lantas siapa sebenarnya Pussy Riot? Mereka adalah band punk yang kerap menyuarakan pesan-pesan feminis dan protes lewat lagu-lagunya. Di antaranya 'Make America Great Again', 'Straight Outta Vagina', 'Police State', dan lain-lain.

Pussy Riot terdiri dari Nadezhda Tolokonnikova, Maria Alyokhina, dan Yekaterina Samutsevich.

Para personel Pussy Riot juga kerap menyuarakan isu-isu sosial lainnya, di antaranya LGBT, anti-Putin, anti-diktator, dan lain-lain.

Mereka mulai aktif di tahun 2011. Dalam berbagai aksi, Pussy Riot vokal mengkritisi Vladimir Putin yang mereka anggap diktator. Grup tersebut mulai dikenal dunia setelah penampilan mereka Gereja Katedral Christ the Savior pada 2012.

Pada saat itu, protes dialamatkan kepada para pemimpin gereja ortodoks yang memberikan dukungan untuk Putin. Aksi tersebut dihentikan oleh petugas keamanan gereja.

Kejar-kejaran Band Punk Rusia di Final Piala Dunia, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]




(srs/nu2)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed