Grammy Awards 2018

Pernyataan Sexist Presiden Grammy Awards Dikritik P!nk

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 30 Jan 2018 12:09 WIB
Grammy Awards 2018 dianggap sangat laki-laki. Foto: Istimewa
Jakarta - Tahun ini, Grammy Awards dianggap sangat lelaki karena hanya ada sedikit nominasi dan bahkan pemenang perempuan di ajang tersebut.

Banyak pihak mengkritisi hasil Grammy Awards tahun ini. Tanda pagar #GrammySoMale pun menjadi trending di Twitter.

Mengenai hal tersebut, Presiden The Recording Academy Neil Portnow memberikan tanggapannya. Ia mengatakan, "(Perempuan) harus melangkah maju, saya pikir mereka akan diterima."

Pernyataan Neil Portnow tersebut pun dikritisi oleh penyanyi P!nk. Menurutnya, perempuan tidak perlu lagi diperintah untuk melangkah maju karena perempuan telah memulai langkahnya di dunia musik.



"Perempuan yang ada di industri musik tidak perlu lagi diperintah untuk 'melangkah maju' -- perempuan telah memulai langkah majunya sejak awal. Melangkah maju dan juga melangkah ke samping. Perempuan MEMILIKI dunia musik tahun ini. Mereka telah menguasai. Dan pada tahun-tahun sebelumnya," tulis P!nk di akun Twitter-nya.

"Ketika kita merayakan dan menghormati talenta dan pencapaian yang dilakukan perempuan, dan bagaimana perempuan MELANGKAH setiap tahunnya, melawan semua keganjilan, kita memperlihatkan pada generasi selanjutnya bahkan perempuan dan laki-laki bisa jadi setara dan diperlakukan adil," lanjutnya.



Di tahun ini, P!nk masuk ke dalam nominasi Best Solo Pop Performance yang dimenangkan oleh Ed Sheeran.

Oleh banyak pihak, perhelatan Grammy Awards 2018 dianggap sebagai ironi. Di tengah-tengah kampanye Time's Up dan #MeToo yang digembar-gemborkan dalam acara tersebut, pemenang ajang tersebut justru didominasi laki-laki.

Janelle Monae di akun Twitter-nya menyebutkan ada total 90.7% nominasi laki-laki dengan hanya 9,3% nominasi perempuan. Hal itu juga pernah terjadi di tahun 2013.



Di malam penghargaan Grammy Awards 2018 yang diadakan di Madison Square Garden, New York City, penyanyi yang juga aktris tersebut membacakan pidatonya mengenai kesetaraan gender dan perang melawan diskriminasi dan pelecehan seksual.

"Malam ini saya dengan bangga berdiri untuk solidaritas, tidak hanya sebagai seniman tapi juga sebagai perempuan bersama saudara-saudaraku yang ada di industri musik, para seniman, penulis, publisis, CEO,produser, teknisi, dan semua perempuan dalam segala sektor yang juga anak, istri, ibu, saudara, dan manusia," ujarnya.

"Ini saatnya menyudahi ketidaksetaraan. Menyudahi diskriminasi. Menyudahi pelecehan dalam bentuk apapun," sambungnya. (srs/nu2)