Upgrade Karya Piyu di Album Kompilasi 'Best Cuts of Piyu'

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Jumat, 05 Feb 2016 12:25 WIB
Piyu bersama sebagian kolaborator (Ki-ka: Isa Raja, Firly Firlana, Ferdinand Pardosi, Agseisa, Ryan Tedja) / Foto: Asep Syaifullah
Jakarta -

Satriyo Yudi Wahono alias Piyu, dikenal baik sebagai pencipta lagu serta gitaris untuk band kenamaan, Padi. Sejak akhir 1990, Piyu sudah memulai karier bermusiknya.

Belasan hits berhasil dihasilkan musisi asal Surabaya itu bersama Padi. Setelah Padi rehat sejenak di 2012 kemarin, Piyu tak serta-merta berhenti. Serangkaian kegiatan musik masih dijalaninya, termasuk merilis album solo bertajuk 'Sakit Hati (2014)' yang lagu-lagunya dinyanyikan bersama musisi lain.

Di tahun yang baru ini, Piyu kembali mencoba memberikan karya untuk pentas musik Indonesia. Sebuah album kompilasi disiapkan atas nama 'Best Cuts of Piyu'.

"Di album ini, kta berkumpul bersama untuk sebuah proyek album. Dimana album ini berisi kompilasi karya-karya saya, baik yang ada di Padi maupun sendiri, yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi lain. Semuanya terangkum dalam 11 lagu dengan 11 penyanyi," buka Piyu saat berbincang kepada detikHOT beberapa waktu lalu.

"Kenapa namanya 'Best Cuts of Piyu' ya kaya potong rambutlah. Jadi, Materi di dalamnya itu potongan terbaik dari saya," jawabnya seraya tertawa.

Sebelas kolaborator yang ada di dalam album tersebut adalah Sandhy Sondoro (Belum Terlambat), Agseisa (Bayangkanlah), Barsena Bestandhi (Rapuh), Dion Agung (Alasan Terbesar), Tuffa (Sesuatu yang Indah) dan Ferdinand Pardosi (Harmoni). Ditambah lagi Firly Firlana (Menanti Sebuah Jawaban), Isa Raja (Angkuh), Romy Syalasa (Beri Aku Arti), Ryan Tedja feat Piyu (Mahadewi) terakhir ada Bisma Karisma (Begitu Indah).

"Aku mau mengubah persepsi masyarakat, saat lagu-lagu ini top di zamannya itu dengan sound dan kualitas saat itu. Dulu aku rekaman 'Mahadewi' itu cuma 24 track pakai pita, kalau fals ulang. Aku rasa itu membuat gap dengan kualitas dan pendengar zaman sekarang. Jadi, buat saya lagu-lagu tersebut harus di-remake lagi," jelas Piyu.

"Generasi yang sekarang nggak tahu lagu-lagu tadi. Dengan dibawakan ulang oleh penyanyi-penyanyi muda tadi, penggemar mereka dan penikmat musik akan melihat itu sebagai single terbaru mereka, bukan lagu dari Padi. Saya maunya seperti itu, sesuai dengan cita rasanya masing-masing. Kita harus hidup di zaman sekarang, jangan terus membandingkan dengan masa lalu," tutup Piyu.

(mif/mmu)