DetikHot

music

The Archipelago Singers Kembali Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Jumat, 27 Mei 2016 18:27 WIB  ·   Atmi Ahsani Yusron - detikHOT
The Archipelago Singers Kembali Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia Foto: Dok. The Archipelago Singers
Jakarta - Siapa sangka bahwa ternyata paduan suara Indonesia sangat diperhitungkan di Eropa. Meski musik paduan suara sering dikatakan sebagai musik yang kurang populer, ternyata budaya berpaduan suara sudah mulai menggeliat beberapa tahun terakhir di kalangan anak-anak hingga dewasa muda Indonesia.

Tidak jarang, paduan suara Indonesia menjuarai festival dan kompetisi paduan suara internasional di Asia dan Eropa, salah satunya adalah The Archipelago Singers. Paduan suara Indonesia dengan kualitas internasional ini kembali mengharumkan nama Indonesia di kompetisi rangkaian dari European Grand Prix, yaitu International May Choir Competition Prof. Georgi Dimitrov pada 12-15 Mei 2016 di Varna, Bulgaria.

The Archipelago Singers berhasil menjadi Juara I kategori Paduan Suara Campuran di salah satu kompetisi paduan suara internasional paling bergengsi di dunia. The Archipelago Singers menjadi satu-satunya kelompok paduan suara dari Asia Tenggara yang bertanding pada kompetisi itu, dan bersaing dengan negara lain dari Eropa seperti Macedonia, Jerman, Finlandia, Latvia, Norwegia, Polandia, Italia, dan tuan rumah Bulgaria. 7 orang dewan juri asal Eropa menilai 10 paduan suara yang bertanding.

Selain sambutan positif dari penonton atas penampilan The Archipelago Singers, sebanyak 31 orang anggota The Archipelago Singers sempat mencuri perhatian masyarakat di sekitar gedung Festival and Congress Center Varna, Bulgaria. Mereka menggunakan kostum baju bodo dari Makassar, berwarna bendera Kebangsaan Republik Indonesia, merah dan putih. Pada kompetisi ini, The Archipelago Singers menyanyikan 8 lagu dalam berbagai macam bahasa dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi.


"Ini adalah perjalanan internasional kami yang keempat kalinya. Sekitar 9 bulan kami mempersiapkan keberangkatan ke Bulgaria ini. Dari pemilihan repertoire lagu, pemilihan penyanyi, berlatih intens setiap akhir minggu, tantangan internal karena anggota kami berlatar belakang profesi yang beragam, konser pra kompetisi 'To The Black Sea Coast' di Jakarta bulan April yang lalu, hingga persiapan teknis keberangkatan, dan hal-hal lainnya. Kami merasa senang dapat sekali lagi mengharumkan nama Indonesia dan sekali lagi memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional," tutur Darmawan, Chairman The Archipelago Singers.

Dalam perjalanannya, The Archipelago Singers berhasil menjadi Juara I pada setiap kompetisi paduan suara internasional yang diikutinya, diantaranya Festival Andrea O.Veneracion Manila, Filipina (2015), Festival Musik Internasional Cantonigros ke-32 di kota Vic, Spanyol (2014), Kompetisi Paduan Suara Internasional Habaneras and Polifoni yang ke-60 di kota Torrevieja, Spanyol (2014), dan Kompetisi Paduan Suara Internasional ke-9 di Miltenberg, Jerman (2012). Saat ini, paduan suara ini dipimpin oleh konduktor muda berbakat Ega O. Azarya.


"Kami mengakhiri tur internasional keempat kami dengan penuh rasa syukur dan bangga. Kami bersyukur atas prestasi yang kami raih dan bangga karena segala tantangan, perjuangan, dan kerja keras kami berbuah manis. Kami persembahkan prestasi ini untuk semua orang yang kami cintai. Terimalah ucapan terima kasih kami atas dukungan dari berbagai pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil. Jayalah selalu musik paduan suara Indonesia!" tutup Darmawan.

Tanpa disadari oleh pemerintah dan masyarakat luas, paduan suara Indonesia telah mengantongi banyak prestasi di banyak kompetisi internasional bergengsi di luar negeri. Setiap kali bendera Indonesia muncul dalam daftar peserta kompetisi, pesaing dari negara-negara lain merasa bahwa kompetisi akan menjadi lebih sulit. Sudah tiba saatnya pemerintah Indonesia menggiatkan kembali program misi kebudayaan seni suara Indonesia ke dunia internasional.


The Archipelago Singers adalah salah satu paduan suara indonesia dengan kualitas internasional yang didirikan pada tahun 2008 oleh sekelompok orang yang memiliki minat dan kekaguman yang besar pada musik paduan suara. Nama "The Archipelago Singers" dipilih untuk menggambarkan Indonesia, negara kepulauan (archipelago) terbesar di dunia dengan beragam suku bangsa, adat istiadat, agama, dan kepercayaan. Seperti namanya, selain menjadi suatu organisasi yang menjadi wadah bagi para anggotanya untuk menyalurkan minat akan musik paduan suara, The Archipelago Singers juga berkomitmen untuk menjadikan paduan suara ini sebagai sarana untuk mempromosikan semangat "Bhinneka Tunggal Ika" melalui musik di Indonesia. Tujuan ini terlihat dari komposisi keanggotaan The Archipelago Singers yang terdiri dari para penyanyi yang berasal dari latar belakang suku, agama, profesi, dan usia yang beragam.


(ron/ron)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed