DetikHot

music

Danilla, 'Pengantar Pesan' Musik Lawas yang Merdu

Selasa, 30 Jun 2015 10:09 WIB  ·   M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHOT
Danilla, Pengantar Pesan Musik Lawas yang Merdu
Jakarta - Arus balik tren lawas nan 'jadul' (jaman dulu) dari berbagai elemen dunia hiburan juga berimbas ke Indonesia. Tidak cuma mode, tapi juga musik.

Di tengah-tengah gegap-gempita itu, muncul seorang perempuan cantik bernama Danilla Jelita Poetri Riyadi. Tanpa basa-basi, Danilla--begitu nama panggungnya--menyeruak dengan irama swing era 50-an, kadang juga tradisional jazz berpadu dengan bossanova, juga pop.

Usianya yang belum muda tak menghalangi penghayatan Danilla. Debut single-nya, 'Buaian', benar-benar membuai siapapun pendengarnya. Musik sederhana namun padat, dibalut vokal merdu ditambah lagi wajah orientalnya yang cantik.

Namun, perempuan kelahiran 12 Februari 1990 itu enggan disebut penyanyi apalagi musisi. Dalam berbagai wawancara Danilla menyebut dirinya hanya orang yang hobi mendengarkan musik dan bernyanyi. Kadang justru dia menyebut dirinya sendiri sebagai pengantar pesan.

Sandie Shaw & The Smiths, Antonio Carlos Jobim, Joao Gilberto, Frank Sinatra, Billie Holiday, Astrud Gilberto dan Ella Fitzgerald adalah sedikit dari idola putri penyanyi jazz Ika Ratih Poespa itu. Tak heran, debut albumnya 'Telisik (2014)', terdengar seperti pencampuran dan 'mutasi' karya nama-nama besar tadi.

Tapi sebagai #dnewgeneration, Danilla juga tetap memadukan unsur-unsur modern. Terdengar dari bunyi-bunyi elektronik yang sesekali muncul. Bahkan tidak cuma bernyanyi, Danilla juga menulis lagunya sendiri.

Saat ini, Danilla yang bernaung di bawah Demajors dan AMTManagement sudah tercatat beraksi di beberapa panggung, kebanyakan bertemakan jazz. Sebut saja Java Jazz Festival yang sudah jadi langganan setidaknya dua tahun terakhir, juga Ambon Jazz Festival dan JakJazz.


(mif/mmu)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed