DetikHot

music

Jay Wijayanto Membumikan Paduan Suara

Sabtu, 27 Mar 2010 20:24 WIB  ·   - detikHOT
Jay Wijayanto Membumikan Paduan Suara
Jakarta - Para penonton \\\'Sang Pemimpi\\\' tentu tidak akan lupa pada tokoh Bang Zaitun.  Pemeran Bang Zaitun, Jay Wijayanto, menggelar pentas paduan suara lewat The Indonesia Choir. Ia membumikan paduan suara yang serius menjadi khas Indonesia.Ini tampak dalam pentas The Indonesia Choir (TIC) di GoetheHaus Consert Hall, Jakarta, Kamis (25\/3\/2010) lalu.

Dalam pentas bertajuk \\\'Menjadi Indonesia\\\' itu, Jay selaku konduktor, tidak hanya memimpin TIC membawakan lagu-lagu daerah, tetapi juga mengubah penampilan grup paduan suara yang biasanya serius, menjadi santai dan menghibur khas Indonesia.

\\\"Ayo, siapa yang tahu, berapa jumlah bahasa daerah di Indonesia?\\\", tanya Jay kepada penonton usai memimpin grupnya membawakan lagu \\\'Indang\\\' dari ranah Minang, Sumatera Barat. Jay pun bersahut-sahutan dengan penonton.

\\\"Ibu depan bilang 200, bapak di belakang 600. Siapa lagi, ayo kita lelang saja,\\\" katanya mengundang tawa penonton. Jay lalu membuka catatan dari sakunya, dan menyebutkan jumlah bahasa daerah berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik.

\\\"Kita punya 350-an bahasa daerah, jika setiap bahasa daerah punya 10 lagu saja, berarti kita punya 3.500 lagu daerah. Padahal Batak dan Jawa, tak mungkin lagunya hanya 10. Ratusan. Siapa peduli?\\\" tutur Jay menyadarkan penonton betapa kita tidak memahami budaya kita.

Selanjutnya, Jay mempersilakan Samuel Pangaribuan memimpin TIC membawa lagu \\\'Na Sonang Do Hita\\\' dari Tapanuli, Sumatera Utara. Lalu disusul \\\'Burung Nuri\\\' dari Tanah Melayu, Riau.

Malam itu, TIC membawakan 15 lagu daerah, mulai \\\'Tarek Pukat\\\' (Aceh), \\\'Karaben Sapi\\\' (Madura), \\\'Rame-rame\\\' (Maluku) hingga \\\'Diru Diru Dina\\\' (Biak). Di sela-sela lagu, Jay berbicara dengan penonton tentang apa dengan lagu-lagu tersebut.

Jay menggugah kesadaran penonton, betapa kita telah mengabaikan kekayaan seni daerah sekaligus memuja muji karya asing. Jay pun tak segan menyindir politisi dan hadirin. Kadang kala dia minta pendapat penonton atas topik yang sedang dibahas.

Dengan cara demikian, paduan suara yang dikenal sebagai seni musik serius, menjadi cair di tangan Jay dan TIC. \\\"Tak ada keharusan paduan suara tampil serius. Suarannya memang harus padu dan bagus. Tapi itu tidak harus membuat penyanyi dan penonton tegang.\\\"

Menurut Jay, hal itu dilakukan karena dia ingin menyesuaikan paduan suara dengan konteks seni pertunjukan khas Indonesia. \\\"Hampir semua seni pertunjukan asli Indonesia, seperti wayang kulit, wayang orang, ketoprak dll, dibawakan dengan santai. Berdialog dengan penonton. Itulah yang TIC lakukan.\\\"

Bagi penggemar dunia musik serius, seperti seriosa dan paduan suara, nama Jay Wijayanto, tentu tak asing. Di dunia pop, namanya dikenali sebagai pemeran biduan Melayu dalam film \\\'Sang Pemimpi\\\' garapan Riri Reza. Dalam film ini, Jaya menjadi biduan Melayu, yang mengajari Arai bernyanyi dan bermain gitar untuk merayu Zaskia Nurmala, cewek yang ditaksirnya.


(diks/fjr)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed